Dokter Lintas Batas: Gaza Kuburan Massal Warga Palestina dan Pegiat Kemanusiaan
Pasukan Zionis Israel melanjutkan dan memperluas serangan mereka di Gaza melalui darat, udara, dan laut. Organisasi Dokter Lintas Batas, Doctors Without Borders (Médecins Sans Frontières-MSF) pada hari Rabu (16 April 2025) mengecam meningkatnya jumlah korban di kalangan warga sipil Palestina dan pegiat kemanusiaan, dengan mengatakan bahwa daerah kantong itu telah menjadi kuburan massal warga Palestina.
“Kehidupan warga Palestina sekali lagi dihancurkan secara sistematis,” kata MSF dalam sebuah pernyataan, seraya menambahkan bahwa serangkaian serangan mematikan selama tiga minggu terakhir oleh pasukan Israel telah menunjukkan pengabaian yang mencolok terhadap keselamatan pekerja kemanusiaan dan medis di Gaza.
Zionis Israel telah menewaskan lebih dari 51.000 orang di Gaza sejak Oktober 2023, hampir sepertiganya adalah anak-anak. Israel melanjutkan serangan pada tanggal 18 Maret 2025, yang menghancurkan gencatan senjata bulan Januari 2025 dan perjanjian pertukaran tahanan dengan Gerakan Perlawanan Islam (Hamas).
Organisasi tersebut mengutip serangan bulan Maret 2025 oleh pasukan Israel terhadap pekerja kemanusiaan, ketika jenazah 15 petugas medis dan ambulans yang mereka tumpangi ditemukan di sebuah kuburan massal pada tanggal 30 Maret 2025 di Rafah, Gaza selatan.
Mereka menyerukan investigasi internasional dan independen atas serangan terhadap pekerja bantuan.
“Pembunuhan pekerja kemanusiaan yang mengerikan ini adalah contoh lain dari pengabaian total yang ditunjukkan oleh pasukan Israel atas perlindungan pekerja kemanusiaan dan medis. Keheningan dan dukungan tanpa syarat dari sekutu terdekat Israel semakin memperkuat tindakan ini,” kata Claire Magone, direktur umum MSF Prancis.
Badan bantuan medis tersebut juga mengkritik kegagalan Sistem Notifikasi Kemanusiaan, sebuah mekanisme yang dimaksudkan untuk mengoordinasikan pergerakan yang aman dengan pasukan Israel.
Dikatakan bahwa sistem tersebut sekarang hampir tidak memberikan jaminan perlindungan apa pun.
“Kami menyaksikan secara langsung kehancuran dan pemindahan paksa seluruh penduduk di Gaza,” kata Amande Bazerolle, koordinator darurat MSF di Gaza. “Gaza telah berubah menjadi kuburan massal warga Palestina dan mereka yang datang untuk membantu mereka.”
“Karena tidak ada tempat yang aman bagi warga Palestina atau mereka yang berusaha membantu mereka, respons kemanusiaan mengalami kesulitan berat akibat ketidakamanan dan kekurangan pasokan yang parah, sehingga masyarakat hanya memiliki sedikit -jika ada- pilihan untuk mengakses perawatan.”(UYR/Anadolu)
Copyright 2023, All Rights Reserved
Leave Your Comments