Follow us:

Empat Kewajiban Seorang Muslim Terhadap Islam

Oleh:ustadz Ulul Albab

Pada hakikatnya Allah Ta’ala tidak pernah memaksa manusia untuk menjadi seorang muslim, orang yang memeluk agama seperti dalam firman-Nya surat Al-Baqarah ayat 256 yang artinya: “tidak ada paksaan untuk memeluk agama ini”. Di dalam surat Al-Kahfi ayat 29 disebutkan pula yang artinya: “Dan katakanlah bahwa kebenaran itu dari Tuhanmu, lalu siapa yang ingin (beriman) maka berimanlah dan siapa yang ingin (kafir) maka kafirlah….”.

Akan tetapi jika seorang memilih untuk beriman memilih Islam sebagai agamanya (menjadi seorang muslim), maka dia tidak bisa lepas begitu saja, dia mempunyai kewajiban yang harus ia tunaikan terhadap agama Islamm ini. Kewajiban itu adalah:

  • Mempelajari Dienul Islam

Seorang muslim berkwajiban mempelajari agamanya dengan baik. Pengetahuannya terhadap Islam secara baik akan mengantarkannya menjadi muslim yang baik. Dalam surat Al-Baqarah: 208 Allah memerintahkan agar orang beriman melaksanakan Islam secara kaffah. Jika Allah memerintahkan untuk melaksanakan Islam secara kaffah. Karena ajaran Islam tidak hanya mengatur urusan ibadah, tetapi juga mengatur urusan muamalah.

Dalam sebuah hadits, Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam menyatakan bahwa orang yang dikehendaki Allah akan kebaikan maka Allah akan memberikan kefaqihan (pemahaman) dalam agama. Hal ini menunjukan betapa pentingnya mempelajari Islam.

Orang yang enggan mempelajari Islam ia akan terjatuh pada suatu sikap yang dilarang Allah, yaitu Taqlid. Sedangkan Taqlid adalah melaksanakan sesuatu amalan dalam Islam dengan cara mengikuti orang lain tanpa mengetahui dasar hukumnya yang bersumber dari Al-Qur’an dan Al-Hadits.

Dan hal pertama yang harus dipahami oleh seorang muslim adalah memahami kalimat Tauhid “Laa Ilaaha Illallahu”. Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:

فَاعْلَمْ أَنَّهُ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَاسْتَغْفِرْ لِذَنبِكَ وَلِلْمُؤْمِنِينَ وَالْمُؤْمِنَاتِ وَاللَّهُ يَعْلَمُ مُتَقَلَّبَكُمْ وَمَثْوَاكُمْ (محمد: 19)

“Maka Ketahuilah, bahwa sesungguhnya tidak ada Ilah (sesembahan, Tuhan) selain Allah dan mohonlah ampunan bagi dosamu dan bagi (dosa) orang-orang mukmin, laki-laki dan perempuan. Dan Allah mengetahui tempat kamu berusaha dan tempat kamu tinggal”. (Muhammad: 19)

Tentu dengan mempelajari islam, kita akan mengenal mana yang halal dan haram, mengetahui apa yang membuat ridha dan murka Allah. Dengan ilmu islam, kita akan mengenal siapa saja yang berjalan di jalan Allah dan siapa yang berada dalam kesesatan. Sehingga kita tidak mudah dibuat bimbang oleh keadaan yang ada. Oleh karena itu, menuntut ilmu adalah sebuah kewajiban.

Mari kita instropeksi diri apa tujuan kita sekolah hingga ke perguruan tinggi? Karena pada hakekatnya, tujuan kehidupan manusia adalah hanya untuk beribadah kepada Allah semata. Kalau ternyata pendidikan yang kita tempuh selama ini belum menambah keimanan dan ketakwaan serta kesadaran sebagai hamba Allah, maka mari kita luruskan kembali niat kita.

Hari ini jumlah kaum muslimin begitu banyak, namun tidak memberikan efek positif dan keberkahan dalam kehidupan ini, kenapa? Karena pemahaman tentang agama Allah sangat lemah dan perlu ditingkatkan lebih baik lagi.

  • Mengamalkan Ilmu

Setelah mempelajari Islam sehingga tahu akan hukum-hukumnya maka seorang muslim berkewajiban untuk mengamalkannya. Di dalam Al-Quran tidak sedikit kata iman digandengkan dengan amal shaleh. Artinya bahwa keislamannya seseorang tidak cukup dengan imannya saja, ia harus diimbangi dengan amal shaleh.  Diantaranya Allah Ta’ala berfirman,

وَالْعَصْرِ إِنَّ الْإِنْسَانَ لَفِي خُسْرٍ إِلَّا الَّذِينَ آمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ وَتَوَاصَوْا بِالْحَقِّ وَتَوَاصَوْا بِالصَّبْرِ

“Demi masa. Sesungguhnya manusia benar-benar berada dalam kerugian, kecuali orang-orang beriman, beramal salih, saling menasihati dalam kebenaran dan saling menasihati dalam kesabaran”. (Al-’Ashr: 1-3)

الَّذِينَ آمَنُواْ وَعَمِلُواْ الصَّالِحَاتِ طُوبَى لَهُمْ وَحُسْنُ مَآبٍ )الرعد: 29 (

“Orang-orang yang beriman dan beramal saleh, bagi mereka kebahagiaan dan tempat kembali yang baik”. (Ar Ra’d: 29)

إِنَّ الَّذِينَ آمَنُواْ وَعَمِلُواْ الصَّالِحَاتِ وَأَخْبَتُواْ إِلَى رَبِّهِمْ أُوْلَـئِكَ أَصْحَابُ الجَنَّةِ هُمْ فِيهَا خَالِدُونَ (هود: 23)

“Sesungguhnya orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal-amal saleh dan merendahkan diri kepada Tuhan mereka, mereka itu adalah penghuni-penghuni syurga; mereka kekal di dalamnya”. (Hud: 23)

  • Mendakwahkan Islam

Seorang muslim berkewajiban mendakwahkan Islam kepada orang lain baik kepada sesama muslim atau kepada non muslim. Islam memberikan label umat terbaik (Khairu ummah) kepada orang yang mendakwahkan Islam, beramar makruf dan bernahyi munkar, seperti disebutkan dalam surat Al-Imran: 110.

“Kamu adalah umat yang terbaik yang dilahirkan untuk manusia, menyuruh kepada yang ma’ruf, dan mencegah dari yang munkar, dan beriman kepada Allah. Sekiranya ahli Kitab beriman, tentulah itu lebih baik bagi mereka, diantara mereka ada yang beriman, dan kebanyakan mereka adalah orang-orang yang fasik”. (Ali Imran: 110)

Seorang yang berilmu juga wajib baginya untuk beramar ma’ruf dan nahi munkar. Mengajak pada perkara-perkara yang mengarah pada kebaikan dan melarang dari hal-hal yang menuju pada kemunkaran sesuai kemampuan yang dia miliki. Berdakwah adalah jalan yang ditempuh para nabi dan para rasul. Dan mereka itulah orang-orang yang beruntung.

  • Memperjuangkan serta Menegakkan Islam

Memperjuangkan Islam merupakan suatu kewajiban, karena ia merupakan letak bergantungnya pembebanan Allah terhadap seluruh manusia. Pertama-tama terhadap para nabi dan rasul, kemudian terhadap seluruh manusia secara umum, sampai Allah mewarisi bumi dan segala yang ada di atasnya, dengan dalil firman Allah Subhanahu wa Ta’ala,

“Demi masa, sesungguhnya manusia ada dalam kerugian. Kecuali orang-orang yang beramal shaleh, saling berwasiat dengan kebenaran dan saling berwasiat dengan kesabaran.” (Al ‘Ashr: 1-3)

“Wahai Rasul, sampaikanlah apa yang diturunkan kepadamu dari Tuhanmu, jika kamu belum melaksanakan, berarti kamu belum menyampaikan risalah-Nya.” (Al Maidah: 67)

Sunnah Nabi kaya dengan riwayat-riwayat dari Rasul Shallallahu ‘Alaihi Wasallam yang mendorong umat Islam untuk menyeru kepada kebenaran dan perjuangan melawan kebatilan. Di antaranya adalah sabda beliau Shallallahu ‘Alaihi Wasallam, “Barang siapa di antara kamu melihat kemungkaran, hendaklah ia mengubah dengan tangannya, jika tidak mampu, maka dengan lidahnya, tetapi jika tidak mampu, maka dengan hatinya, dan itu selemah-lemahnya iman. Dan dibelakang itu tidak ada satu biji sawi pun keimanan.” (HR. Tirmidzi)

Bukti sejarah telah menunjukkan bahwa ada perjuangan, kesungguhan dan pengorbanan di dalam memperjuangkan islam. Kalaulah bukan karena perjuangan Rasulullah dan para sahabatnya di perang Badar untuk mempertahankan islam, niscaya islam hanya tinggal sejarah dan namanya saja.

Sekarang kita bertanya pada diri sendiri, sudahkan kita memperjuangkan agama Allah ini? Dari hal yang paling sederhana, yaitu memaksa diri kita untuk taat kepada Allah dan Rasul-Nya.

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا قُوا أَنفُسَكُمْ وَأَهْلِيكُمْ نَاراً وَقُودُهَا النَّاسُ وَالْحِجَارَةُ عَلَيْهَا مَلَائِكَةٌ غِلَاظٌ شِدَادٌ لَا يَعْصُونَ اللَّهَ مَا أَمَرَهُمْ وَيَفْعَلُونَ مَا يُؤْمَرُونَ (التحريم: 6)

“Hai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu; penjaganya malaikat-malaikat yang kasar, keras, dan tidak mendurhakai Allah terhadap apa yang diperintahkan-Nya kepada mereka dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan”. (At Tahrim: 6)

Karena yang paling berat adalah menundukkan hawa nafsu kita. Sudahkah kita tundukkan nafsu kita di atas kehendak syariat Allah Ta’ala? Maka seorang muslim jika sudah bisa mewujudkan keimanan yang tulus lagi lurus, ketakwaan yang sebenarnya, menundukkan hati dan jiwanya, maka ia akan memiliki kekuatan untuk memperjuangkan agama Allah.

Sekali lagi, kalau bukan kita yang memperjuangkan agama Allah ini, siapa lagi?? Hari ini, kaum muslimin berada dalam titik yang sangat kritis dan darurat.

Memperjuangkan Islam merupakan kebutuhan darurat yang harus dilaksanakan dalam menghadapi tantangan-tantangan zaman dan konspirasi musuh-musuh Islam guna menghentikan gelombang materialisme dan gerak atheisme yang telah mengancam dan mendongkel serta memusnahkan eksistensi Islam.

Sesungguhnya pengamatan yang jeli terhadap kondisi yang dialami oleh kawasan-kawasan dunia Islam, menegaskan mendesaknya kebutuhan akan adanya front Islam, bahkan kita mengganggap pelaksanaan hal itu merupakan tanggung jawab syar’i yang tidak boleh ditinggalkan atau disepelekan.

Ada beberapa wilayah yang menderita karena penguasaan dan penjajahan orang-orang non-Muslim, ada juga yang menderita karena kekuasaan minoritas kelompok yang memiliki kebencian kepada Islam dan menindas kaum Muslimin dengan kekuatan besi dan api.

Ada beberapa bagian dunia Islam lainnya yang menderita karena dikuasai partai-partai berpaham kiri atau kanan, sebagaimana ada beberapa kawasan lain mengalami konflik berdarah yang hebat akibat terjadinya pertarungan antara kekuatan-kekuatan kanan dan kiri untuk meraih kekuasaan.

Lebih dari semua itu, sesungguhnya kawasan-kawasan dunia Islam secara keseluruhan sedang mengalami keadaan tercampakkan dan kacau: dalam bidang politik, sosial, dan perekonomian. Ia mengalami kemerosotan yang sangat mengkhawatirkan baik dalam bidang aqidah, akhlak dan norma-norma maupun dalam bidang pemikiran dan keyakinan.

Semua itu dan hal-hal lain, menegaskan kewajiban untuk berjuang –meski karena desakan kebutuhan- menghadapi segala tantangan yang dihadapi oleh Islam, baik tantangan dari luar maupun dari dalam berupa boneka-boneka dan algojo-algojo mereka yang bahu-membahu membantu mereka.

وَقَاتِلُوهُمْ حَتَّى لاَ تَكُونَ فِتْنَةٌ وَيَكُونَ الدِّينُ لِلّهِ …..

“Dan perangilah mereka, supaya jangan ada fitnah dan supaya agama itu semata-mata untuk Allah….”. (Al Baqarah: 193)

Kita membutuhkan orang-orang yang shiddiq, sungguh-sungguh memperjuangkan agama Allah dengan segenap tenaga, harta bahkan jiwanya. Sekali lagi, apa yang telah diuraikan di atas hendaknya menjadi evaluasi bersama bagi kaum muslimin, dan agar supaya kita memiliki acuan yang jelas dalam menuntut ilmu islam, mengamalkannya, mendakwahkannya, memperjuangkan dan menegakkan islam di atas bumi ini.

Wallahu Ta’ala A’lam

Leave Your Comments

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Copyright 2021, All Rights Reserved