Follow us:

Inilah 10 Amalan yang Dianjurkan di Bulan Muharram

Umat Islam di seluruh dunia telah memasuki bulan Muharram. Ini adalah salah satu bulan mulia dalam Islam dan dijadikan kesempatan bagi muslim untuk meningkatkan ketakwaan melalui amal ibadah.

Syaikh Abdul Hamid dalam kitabnya berjudul Kanzun Najah wa Surur menjelaskan, ada sepuluh amalan ibadah yang bisa dilakukan di Muharram. Kesepuluh amalan ini sesungguhnya mudah dilakukan asal ada keinginan dan tekad kuat dari yang melakukannya.

Berikut 10 amalan ibadah yang bisa dilakukan di bulan Muharram:

Pertama, melakukan puasa Muharram. Berdasarkan beberapa riwayat hadis yang dijabarkan Syaikh Abdul Hamid, puasa Muharram disunnahkan untuk dilakukan pada tanggal 9 hingga 10 secara khusus. Namun demikian, secara umum, selama bulan Muharram disunnahkan berpuasa.

Kedua, menyambung tali silaturrahim. Menyambung silaturrahim disunnahkan untuk merekatkan hubungan dan komunikasi dengan orang-orang dekat ataupun kerabat. Tak hanya itu, manfaat silaturrahim juga bakal mendatangkan rezeki bagi pelakunya.

Ketiga, bersedekah. Barangsiapa yang bersedekah, sesungguhnya Allah akan meluaskan rezekinya. Di bulan Muharram, makna bersedekah ini juga berlaku kepada para orang tua dalam menafkahi anak.

Disarankan kepada orang tua untuk memberikan nafkah lebih, baik berbentuk hadiah atau sekadar membelikan makanan enak dan disukai anak-anaknya, di bulan Muharram ini. Bersedekah di bulan ini ganjarannya akan dilapangkan Allah rezekinya dalam setahun ke depan.

Keempat, bersuci (mandi). Mandi atau bersuci ini disimbolkan sebagai penolak bala, sebab tak sedikit peristiwa-peristiwa kemenangan besar para Nabi terjadi di bulan Muharram.

Seperti diterimanya taubat Nabi Adam, selamatnya Nabi Ibrahim dari siksa api Raja Namrud, dibebaskannya Nabi Yusuf dari penjara Mesir akibat Fitnah, keluarnya Nabi Yunus dari perut ikan hiu, sembuhnya penyakit nabi Yakub, hingga selamatnya Nabi Musa dari kejaran Firaun yang sekaligus ditunjukkan oleh Allah penenggelaman Firaun di Laut Merah.

Dengan banyaknya peristiwa kemenangan para Nabi itulah artinya, bulan Muharram mempunyai keistimewaan yang lebih. 

Kelima, berziarah kepada ulama, orang tua, ataupun orang-orang saleh baik yang masih hidup maupun yang sudah meninggal.

Keenam, menjenguk orang sakit. Dianjurkan pula jika ingin menjenguk untuk memberikan hadiah atau santunan kepada yang dijenguk. Selain dilakukan secara fisik, menjenguk orang sakit bisa dilakukan melalui media komunikasi yang mendukung dan pemberian santunan juga bisa dilakukan dengan transfer.

Ketujuh, memotong kuku dan berhias. Jika sebelumnya dianjurkan untuk bersuci dengan mandi, maka umat Islam juga dianjurkan untuk berhias dan memotong kuku. Gunanya agar kebersihan itu semakin maksimal dan juga menimbulkan keindahan bagi yang melakukan. Disunahkan pula untuk menghiasi mata dengan celak mata.

Kedelapan, mengasihi anak yatim. Tentu saja, mengasihi anak yatim di sini bukan berarti sekadar mengusap kepalanya saja, namun dianjurkan untuk menyantuni anak-anak yatim dan memberikan kasih sayang kepada mereka.

Kesembilan, mendirikan dan memperbanyak shalat sunnah.

Kesepuluh, membaca Surat Al-Ikhlas sebanyak minimal 10 kali dalam sehari. Membaca Surah Al-Ikhlas dimaksudkan untuk meneguhkan ketauhidan menimbulkan keteladanan bagi setiap hamba yang mengerjakan.

Itulah kesepuluh amalan ibadah di bulan Muharram yang diriwayatkan oleh Syaikh Abdul Hamid. Alangkah baiknya di bulan yang menjadi salah satu dari arba’atun hurum (empat bulan istimewa), hanya amalan ibadah yang baiklah yang dilakukan umat muslim. (UYR/Republika)

Share This:

Leave Your Comments

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Copyright 2023, All Rights Reserved