Jenin Diserang, Palestina Bersatu
Pemerintah Zionis Israel sesumbar bahwa serangan brutal mereka di Jenin akan melemahkan perlawanan Palestina. Hal sebaliknya justru diyakini pihak-pihak di Palestina.
Kelompok Hamas memuji perlawanan warga Palestina yang tinggal di kamp pengungsi Jenin ketika pasukan Zionis Israel melakukan penyerbuan ke wilayah tersebut pekan lalu. Hamas menilai, penduduk Jenin telah memberikan contoh persatuan nasional untuk menghadapi Israel.
“Serangan berulang pendudukan Israel tidak akan mematahkan semangat rakyat Palestina untuk melawan pendudukan,” kata Hamas dalam pernyataan peringatan sembilan tahun serangan brutal Israel ke Jalur Gaza pada 2014, Jumat (7/7/2023), dikutip laman Middle East Monitor.
Hamas mengungkapkan, serangan berulang Israel hanya akan memperkuat ketahanan rakyat Palestina untuk melawan pendudukan. “Rakyat Palestina memberikan contoh persatuan nasional selama serangan terhadap Jenin, di mana para pejuang Palestina meraih kemenangan penting,” katanya.
Hamas menyampaikan hormat kepada warga Palestina yang menjadi martir dalam operasi pasukan Israel ke kamp pengungsi Jenin. Kelompok perjuangan Palestina yang berbasis di Jalur Gaza itu pun berharap para korban luka dapat segera pulih.
Terakhir, Hamas menyerukan seluruh rakyat Palestina di wilayah pendudukan, kamp pengungsi, dan diaspora memperkuat persatuan mereka. Mereka menekankan itu adalah satu-satunya cara pendudukan Israel dapat dikalahkan.
Pasukan Zionis Israel melakukan penyerbuan ke kamp pengungsi Jenin, Tepi Barat, pada Senin (3/7/2023) dini hari. Dalam keterangannya, militer Israel mengatakan, mereka menargetkan sebuah bangunan yang diduga menjadi pusat komando Brigade Jenin, sebuah kelompok perlawanan Palestina.
Operasi pasukan Zionis Israel tak berjalan mulus karena mendapatkan perlawanan dari warga Palestina. Bentrokan dan baku tembak pecah. Konfrontasi di Jenin berlangsung hingga Selasa (4/7/2023). Dalam operasinya, pasukan Israel turut merusak infrastruktur, termasuk rumah warga, jaringan pipa air, listrik, dan jalanan. Puluhan rumah dan toko hancur. Pasukan Israel mundur dari Jenin pada Rabu (5/7/2023) pagi.
Menurut Kementerian Kesehatan Palestina, sedikitnya 14 warga Palestina tewas dalam operasi pasukan Israel di Jenin. Sementara korban luka mencapai lebih dari 140 orang. Sekitar 3.000 penduduk juga terpaksa mengungsi selama operasi pasukan Israel berlangsung.
Sikap PBB
Duta Besar Zionis Israel untuk Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), Gilad Erdan telah meminta Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres untuk mencabut kecamannya terhadap pasukan Israel yang menggunakan kekuatan berlebihan dan melukai warga sipil selama serangan di kamp pengungsi Jenin di Tepi Barat.
Erdan menyebut kritik sekjen PBB terhadap serangan militer Israel itu memalukan, dan tidak sesuai dengan kenyataan di lapangan. Erdan mengirim surat kepada 15 anggota Dewan Keamanan PBB dan Guterres sebelum pertemuan tertutup pada Jumat (7/7/2023).
Dalam surat itu, Erdan mengatakan komunitas internasional dan Dewan Keamanan harus mengutuk serangan teror Palestina terbaru dan meminta pertanggungjawaban kepemimpinan Palestina. “Pasukan Israel di Jenin hanya berfokus pada mereka yang melakukan teror, yang menargetkan warga sipil Israel yang tidak bersalah,” ujar Erdan.
Sebelumnya, Guterres geram dengan serangan udara Israel di Jenin dan bahaya yang ditimbulkan terhadap penduduk sipil. Pada Kamis (6/7/2023), Gutteres mengatakan, serangan itu telah menyebabkan lebih dari 100 warga sipil terluka, merusak sekolah dan rumah sakit. Serangan Zionis Israel juga mengganggu saluran air dan jaringan listrik.
“Serangan udara dan operasi darat Israel di kamp pengungsi yang padat adalah kekerasan terburuk di Tepi Barat dalam beberapa tahun, dengan dampak yang signifikan terhadap warga sipil,” kata Guterres.
Guterres mengkritik Israel karena menghalangi korban yang terluka menerima perawatan medis. Termasuk menghalangi pekerja kemanusiaan menjangkau warga yang membutuhkan bantuan selama serangan militer, yang menyebabkan 12 warga Palestina tewas dan sekitar 100 lainnya terluka.
Dewan Keamanan PBB membahas operasi militer Israel di Jenin secara tertutup pada Jumat atas permintaan Uni Emirat Arab dan menerima pengarahan dari Asisten Sekretaris Jenderal PBB, Khaled Khiari. Dalam sebuah pernyataan pada Rabu (5/7/2023) tiga pakar hak asasi manusia independen mengatakan, serangan udara dan operasi darat Israel di Jenin merupakan pelanggaran berat terhadap hukum dan standar internasional tentang penggunaan kekuatan dan merupakan kejahatan perang. (UYR/Republika)
Copyright 2023, All Rights Reserved
Leave Your Comments