Follow us:

Jumlah Rakaat dan Salam Pada Shalat Dhuha

Shalat Dhuha merupakan salah satu shalat sunnah yang biasa dilakukan umat Islam pada pagi hari sampai menjelang siang. Lantas bagaimana jika hendak mendirikan shalat Dhuha lebih dari dua rakaat? 

Salah satu dalil mengenai anjuran shalat Dhuha berasal dari sejumlah hadits, salah satunga hadits qudsi seperti diriwayatkan Hakim dan Thabrani yang semua perawinya dapat dipercaya, Allah SWT berfirman, “Wahai anak Adam, jangan sekali-kali engkau malas mengerjakan empat rakaat pada permulaan siang (yakni shalat dhuha), nanti akan Kucukupi kebutuhanmu pada sore harinya.”

Shalat Dhuha secara umum biasa dilakukan umat Muslim sebanyak dua rakaat di waktu pagi hari. Dalam hal ini, para ulama pun menjelaskan mengenai hal-hal yang kaitannya dengan shalat sunnah yang satu ini.

Imam Syafii dalam Fikih Manhaji menjelaskan, shalat Dhuha dilakukan minimal dua rakaat dan maksimal delapan rakaat. Imam Bukhari dan Imam Muslim menyatakan hadis dari Abu Hurairah yang berkata, “Kekasihku (Nabi Muhammad) berpesan kepadaku soal tiga hal: puasa tiga hari tiap bulan, shalat dhuha dua rakaat, dan witir sebelum ke pembaringan, yakni sebelum tidur.”

Imam Bukhari dan Imam Muslim juga meriwayatkan dalam sebuah hadis bahwa Ummu Hani pernah menemui Rasulullah sewaktu penaklukan di daerah tinggi Makkah. Beliau mandi dan Fathimah melindunginya. Beliau mengambil pakaian dan mengenakannya. Kemudian shalat Dhuha delapan rakaat.”

Imam Syafii menjelaskan, sebaiknya shalat Dhuha yang lebih dari dua rakaat dilakukan dengan melaksanakan dua rakaat dipisahkan dengan salam. Hal ini berdasarkan hadis riwayat Abu Dawud dari Ummu Hani. Bahwa Rasulullah SAW shalat Dhuha delapan rakaat pada penaklukan Makkah. Tiap dua rakaat beliau mengucapkan salam.

Adapun waktu pelaksanaan shalat Dhuha adalah sejak matahari naik hingga condong ke barat. Tapi lebih utama adalah setelah seperempat siang. Imam Muslim dan lainnya meriwayatkan bahwa Zaid bin Arqam berujar, “Nabi berangkat meninggalkan Quba saat warganya mengerjakan shalat Dhuha. Beliau juga bersabda, ‘Shalat para awwabin adalah saat anak unta beranjak’.” (UYR/Republika)

Share This:
Tags: , ,

Leave Your Comments

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Copyright 2023, All Rights Reserved