Kisah pelaku sabar sungguh luar biasa. Ada yang bersabar menahan sakit parah yang membuatnya diusir. Dialah Nabi Ayyub alaihis salam. Bahkan istrinya yang merupakan cucu Nabi Yusuf, Rahmah binti Afraim bin Yusuf sampai berkata, engkau adalah seorang nabi, cobalah minta kepada Allah agar diberi kesembuhan.
Namun Nabi Ayyub tidak melakukan itu. Dengan ungkapan sederhana, nabi tersebut berkata baru dicoba seperti ini saja sudah minta disembuhkan. Maka setelah itu, Nabi Ayyub terus melanjutkan kesabarannya menahan sakit yang dialami dengan tetap beribadah. Sementara Rahmah sang istri tetap membersamai suami tercinta.
Masih banyak lagi kisah kesabaran yang mengandung jutaan inspirasi. Orang bersabar itu melalui jalan hidup yang berat. Sebuah syair Arab menjelaskan bahwa sabar itu seperti buah yang pahit. Sangat tidak enak dimakan. Tapi buah kesabaran rasanya lebih manis dari madu.
Alquran menjelaskan bahwa sifat-sifat baik hanya akan dianugerahkan oleh Allah SWT kepada orang-orang yang sabar dan mempunyai keberuntungan yang besar. Hal ini dijelaskan dalam Surah Fussilat Ayat 35 dan tafsirnya.
وَمَا يُلَقّٰىهَآ اِلَّا الَّذِيْنَ صَبَرُوْاۚ وَمَا يُلَقّٰىهَآ اِلَّا ذُوْ حَظٍّ عَظِيْمٍ
(Sifat-sifat yang baik itu) tidak akan dianugerahkan kecuali kepada orang-orang yang sabar dan tidak (pula) dianugerahkan kecuali kepada orang-orang yang mempunyai keberuntungan yang besar. (QS Fussilat: 35)
Ayat ini mengandung arti, “Ketahuilah bahwa sifat-sifat yang baik itu, yakni membalas keburukan dengan kebaikan, tidak akan dianugerahkan kecuali kepada orang-orang yang sudah terbiasa bersikap sabar, dan juga tidak dianugerahkan kecuali kepada orang-orang yang mempunyai keberuntungan yang besar serta mempunyai hati yang bersih.”
Pada ayat ini, menurut Tafsir Kementerian Agama, Allah menerangkan cara yang paling baik menghadapi orang-orang kafir, yaitu orang yang sabar ketika menderita kesulitan dan kesengsaraan, dapat menahan marah, tidak pendendam, dan suka memaafkan.
Anas Radhiyallahu Anhu dalam menafsirkan ayat ini mengatakan bahwa yang dimaksud dengan sabar dalam ayat ini adalah apabila seseorang dimaki oleh orang lain, ia berkata, “Jika engkau memaki aku dengan alasan yang tidak benar, mudah-mudahan Allah akan mengampuni dosamu. Jika engkau memaki aku dengan alasan yang benar, mudah-mudahan Allah mengampuni dosa-dosaku.”
Nasihat agar berlaku sabar, menahan marah, dan suka memaafkan kesalahan orang lain itu adalah suatu nasihat yang paling utama dan tinggi nilainya. Yang dapat menerima nasihat itu hanyalah orang-orang yang beriman dan beramal saleh, yang akan memperoleh kebahagiaan di dunia dan di akhirat nanti.
Qatadah mengatakan bahwa arti dari “keuntungan yang besar” adalah surga. Maksud ayat ini adalah kesabaran itu hanyalah dianugerahkan kepada orang-orang yang akan masuk surga.
Penafsir Alquran Syaikh Prof Dr Wahbah az-Zuhaili, menjelaskan, watak alami yang berupa penolakan keburukan dengan kebaikan ini tidak diberi oleh Allah, kecuali kepada orang-orang yang sabar atas sesuatu yang dibenci dan menahan amarah. Watak ini juga tidak diberi, tidak diterima dan tidak didapatkan kecuali oleh orang yang memiliki keberuntungan besar berupa kebaikan dan sempurnanya jiwa dan pahala yang didapatkannya. (UYR/Republika)
Leave Your Comments