Lima Manfaat Jus Delima untuk Jantung
Penyakit jantung merupakan salah satu penyakit pembunuh nomor satu di dunia dan di Indonesia. Dalam data yang dikeluarkan oleh WHO pada tahun 2021, kematian akibat penyakit jantung mencapai angka 17,8 juta kematian atau satu dari tiga kematian di dunia setiap tahun disebabkan oleh penyakit jantung.
Untuk mendukung kesehatan jantung, menjaga pola makan sehat menjadi salah satu langkah penting yang dapat dilakukan. Salah satu camilan sehat yang berpotensi memberikan manfaat bagi kesehatan jantung adalah jus delima.
Buah delima mengandung berbagai senyawa nabati yang menyehatkan atau fitonutrien. Sejumlah senyawa tersebut, termasuk polifenol, memiliki sifat antioksidan dan berpotensi memengaruhi beberapa faktor yang berkaitan dengan kesehatan jantung. Dilansir laman Very Well Health, Selasa (27 Oktober 2026), berikut manfaat jus delima bagi kesehatan jantung:
1. Mengatur tekanan darah
Tekanan darah tinggi merupakan salah satu faktor risiko utama penyakit jantung. Konsumsi delima atau jus delima sebagai bagian dari pola makan sehat berpotensi membantu menjaga tekanan darah tetap terkendali.
Jus dan biji delima mengandung kalium, mineral yang berperan dalam pengaturan tekanan darah. Meningkatkan asupan kalium melalui makanan dapat membantu menurunkan tekanan darah.
Selain itu, polifenol dalam delima berpotensi menghambat enzim pengubah angiotensin atau angiotensin-converting enzyme (ACE). Enzim ini berperan dalam mekanisme pengaturan tekanan darah. Cara kerja tersebut memiliki kemiripan dengan mekanisme obat penurun tekanan darah golongan penghambat ACE.
Sebuah metaanalisis menemukan bahwa konsumsi 300 mililiter jus delima dapat menurunkan tekanan darah sistolik sebesar 5 mmHg. Namun, efek tersebut tidak terlihat pada periode pengamatan lebih dari dua bulan.
2. Menurunkan kadar kolesterol
Delima juga berpotensi mendukung pengelolaan kadar kolesterol dalam darah. Kadar kolesterol yang tidak normal atau dislipidemia dapat menyebabkan penumpukan plak lemak pada dinding arteri, yang dikenal sebagai aterosklerosis.
Kondisi tersebut dapat menghambat aliran darah dan meningkatkan risiko gangguan kardiovaskular, Jika terjadi pada pembuluh darah yang memasok darah ke jantung, aterosklerosis dapat menyebabkan serangan jantung dan angina atau nyeri dada. Sejumlah penelitian menunjukkan bahwa konsumsi jus delima berpotensi meningkatkan kadar kolesterol baik (HDL), sekaligus menurunkan kadar trigliserida dan kolesterol jahat (LDL).
Meski demikian, orang yang mengonsumsi obat penurun kolesterol golongan statin perlu berhati-hati. Jus delima berpotensi berinteraksi dengan obat tersebut.
3. Membantu mengurangi peradangan
Peradangan kronis merupakan salah satu faktor yang berkontribusi terhadap perkembangan aterosklerosis dan penyakit jantung. Delima mengandung polifenol yang memiliki sifat antiinflamasi atau antiperadangan serta antioksidan.
Senyawa tersebut berpotensi membantu mengurangi proses peradangan dan melindungi sel dari kerusakan akibat stres oksidatif. Stres oksidatif terjadi ketika molekul reaktif dalam tubuh menimbulkan kerusakan yang tidak dapat diimbangi secara memadai oleh sistem antioksidan. Kondisi ini dapat berkontribusi terhadap kerusakan pembuluh darah dan perkembangan aterosklerosis.
Untuk mendukung kesehatan jantung, delima dapat dikonsumsi sebagai bagian dari pola makan antiinflamasi. Pola makan ini mencakup beragam buah dan sayuran, kacang-kacangan, serta polong-polongan.
4. Kesehatan pembuluh darah
Selain berpotensi menurunkan tekanan darah, delima juga dapat melindungi lapisan bagian dalam pembuluh darah dari kerusakan. Lapisan ini dikenal sebagai endotel. Disfungsi endotel berkontribusi terhadap terjadinya aterosklerosis dan penyakit kardiovaskular.
Antioksidan dalam delima dapat mengurangi stres oksidatif pada pembuluh darah, yang merupakan salah satu faktor penyebab aterosklerosis. Antioksidan ini juga dapat meningkatkan ketersediaan nitrat oksida, yang membantu merelaksasi pembuluh darah.
5. Mendukung kesehatan mikrobioma usus
Delima berpotensi memberikan manfaat bagi mikrobioma usus. Mikrobioma usus merupakan kumpulan mikroorganisme, termasuk bakteri, yang hidup di saluran pencernaan dan berperan dalam menjaga kesehatan tubuh, Gangguan keseimbangan mikrobioma usus telah dikaitkan dengan obesitas, kondisi peradangan, dan penyakit kardiovaskular. (UYR/Republika)
Copyright 2023, All Rights Reserved
Leave Your Comments