Follow us:

Manfaat Sedekah Bagi Muslimin

Setiap Muslim diimbau untuk gemar bersedekah. Ibadah sunah ini tidak hanya berkaitan dengan pemerataan ekonomi, melainkan juga aspek-aspek lainnya. Bahkan, Nabi Muhammad SAW bersabda, “Obatilah orang sakit di antara kalian dengan sedekah.” Maknanya, keberkahan sedekah juga terasa pada kesehatan. Apalagi, sedekah dalam pemahaman Islam tak melulu dengan harta. Sedekah bisa berupa tutur kata yang baik, menjenguk orang sakit, atau bahkan senyuman.

Selamat dari musibah

Dalam suatu hadis, Nabi SAW bersabda, “Bersegeralah dengan sedekah! Sebab, musibah tidak dapat melangkahi sedekah.”

Beliau juga pernah menyampaikan, “Sedekah dapat menolak 70 macam bencana” (HR Thabrani).

Maknanya, seorang Muslim bila ingin merasakan keselamatan hendaknya dengan bersedekah. Jika manfaat sedekah belum terasa kini di kehidupan dunia, mungkin Allah akan memberikannya nanti sehingga kita terhindar dari neraka. Ingatlah sabda Nabi Muhammad SAW dalam sebuah hadis sahih, “Bentengilah diri kalian dari siksa api neraka meskipun dengan separuh buah kurma.”

Jauh dari sifat kikir

Rasulullah SAW bersabda, “Seorang penipu tak akan masuk surga. Demikian pula dengan orang yang kikir dan orang yang mengungkit-ungkit pemberian” (HR Tirmidzi).

Dalam hadis lainnya, Nabi SAW mengontraskan antara si dermawan dan si pelit. “Orang-orang dermawan dekat dengan Allah, dekat dengan surga, dekat dengan manusia, dan jauh dari neraka. Dan, orang-orang yang kikir jauh dari Allah, jauh dari surga, jauh dari manusia, dan dekat dengan neraka. Sesungguhnya seorang bodoh yang dermawan lebih dicintai Allah daripada seorang ahli ibadah yang kikir” (HR Tirmidzi).

Gemar bersedekah akan menghindarkan seorang Muslim dari sifat rakus dan pelit. Keduanya adalah sumber penyakit hati dan ambisi buta. Allah memuji orang-orang yang terpelihara dari tabiat kikir. “Dan infakkanlah harta yang baik untuk dirimu. Dan barang siapa dijaga dirinya dari kekikiran, mereka itulah orang-orang yang beruntung” (QS at-Taghabun: 16).

Keikhlasan menjadi penting agar sedekah tidak sia-sia. Keridhaan dan pahala dari Allah SWT, itulah yang hendaknya selalu menjadi tujuan. Sedekah yang dilakukan dengan ikhlas akan membuahkan manfaat. Di antaranya adalah sebagai berikut.

Pertama, bukti iman.

Nabi Muhammad SAW bersabda sebagai berikut,

وَالصَّدَقَةُ بُرْهَانٌ

“Dab sedekah adalah burhan.” (HR Muslim).

Maksudnya, ibadah tersebut merupakan pembuktian benarnya keimanan seseorang. Kerelaan bederma hanya bisa dirasakan orang yang memiliki iman di dalam hatinya. Sebaliknya, golongan munafik akan selalu enggan bersedekah.

Sifatnya cenderung kikir karena merasa segala harta yang dimilikinya bersumber hanya dari kerja keras pribadi. Anggapan itu melalaikan diri dari mengingat Allah SWT.

وَمَا مَنَعَهُمْ أَنْ تُقْبَلَ مِنْهُمْ نَفَقَاتُهُمْ إِلَّا أَنَّهُمْ كَفَرُوا بِاللَّهِ وَبِرَسُولِهِ وَلَا يَأْتُونَ الصَّلَاةَ إِلَّا وَهُمْ كُسَالَىٰ وَلَا يُنْفِقُونَ إِلَّا وَهُمْ كَارِهُونَ

“Dan tidak ada yang menghalangi mereka untuk diterima dari mereka nafkah-nafkahnya melainkan karena mereka kafir kepada Allah dan Rasul-Nya dan mereka tidak mengerjakan sembahyang, melainkan dengan malas dan tidak (pula) menafkahkan (harta) mereka, melainkan dengan rasa enggan.” (QS At Taubah ayat 54).

Kedua, bertambah dan berkah.

Rumus sedekah bukanlah pengurangan, melainkan pertambahan. Maknanya dapat merujuk pada hadis berikut. Rasulullah SAW bersabda,

مَا نَقَصَتْ صَدَقَةٌ مِنْ مَالٍ

“Sedekah tidak akan mengurangi harta.” (HR Muslim).

Dengan adanya jaminan dari Nabi SAW itu, persepsi bahwa bersedekah bisa mengurangi harta adalah keliru. Telah banyak kisah nyata, seorang mukmin yang rajin bersedekah merasakan keberkahan dalam hidupnya. Insya Allah, dia pun akan mendapatkan ganti yang lebih baik

Terakhir, dicintai Allah SWT.

Kata ikhlas berasal dari akar kata khalasha, yang berarti ‘murni’ atau ‘bening’. Akar kata lainnya adalah akhlasha, yakni upaya sungguh-sungguh untuk menghilangkan kotoran yang mencampuri sesuatu.

Maka, keikhlasan dalam bersedekah merupakan usaha untuk betul-betul menjadikan ridha dan cinta Allah sebagai tujuan. Bukan popularitas ataupun pujian di hadapan manusia. Rasul SAW bersabda:

‏إن الله تعالى جواد يحب الجود ويحب معالي الأخلاق ويكره سفسافها

“Sungguh, Allah Ta’ala itu Mahamemberi. Dia mencintai kedermawanan serta akhlak yang mulia dan Dia membenci akhlak yang buruk.” (HR al-Baihaqi). (UYR/Republika)

Leave Your Comments

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Copyright 2023, All Rights Reserved