Follow us:

Manfaatkan Masjid, KBM Madrasah di Sumatera Barat Berjalan Sesuai Jadwal

Direktorat Jenderal Pendidikan Islam Kementerian Agama (Kemenag) memastikan kegiatan belajar mengajar (KBM) madrasah terdampak banjir di Sumatra Barat telah berjalan sesuai jadwal, mulai 5 Januari 2026.

Hal ini disampaikan Direktur Jenderal Pendidikan Islam, Amien Suyitno saat meninjau KBM di Madrasah Tsanawiyah (MTs) Selasar Air dan MTs Tarbiyah Islamiyah, Kab. Agam. Kedua madarasah ini terdampak cukup berat. Bahkan, gedung MTs Selasar Air hanyut tak tersisa sehingga proses KBM dilaksanakan di area Masjid.

Amien Suyitno menegaskan, keberlangsungan proses pembelajaran menjadi prioritas utama pemerintah, terutama di satuan pendidikan yang terdampak bencana alam. “Bantuan yang disalurkan Kemenag difokuskan untuk pemulihan sarana prasarana agar madrasah dapat segera beroperasi normal dan peserta didik tidak kehilangan hak belajarnya,” ujar Amien Suyitno, Selasa (6 Januari 2026).

Kemenag telah menyalurkan bantuan penanganan dampak bencana banjir sebesar Rp6,4 miliar untuk 64 madrasah dan RA di Sumatra Barat. Setiap lembaga memperoleh Rp100 juta, yang digunakan untuk rehabilitasi ringan, pengadaan sarana pendukung pembelajaran, serta pemulihan lingkungan belajar.

Rincian bantuan tersebut meliputi 22 Madrasah Negeri dengan total bantuan Rp2,2 miliar; 29 Madrasah Swasta dengan total bantuan Rp2,9 miliar; serta 13 RA dengan total bantuan Rp1,3 miliar. Di MTs Selasar Air dan MTs Tarbiyah Islamiyah, bantuan tersebut dimanfaatkan untuk menyiapkan kelancaran proses belajar mengajar.

Amien Suyitno menambahkan, Kemenag terus memperkuat sistem respons cepat kebencanaan di sektor pendidikan Islam, terutama di wilayah yang memiliki kerentanan tinggi terhadap bencana hidrometeorologi. “Madrasah harus menjadi ruang belajar yang tangguh menghadapi bencana. Negara hadir tidak hanya saat darurat, tetapi juga memastikan pemulihan berjalan cepat dan tepat sasaran,” tegasnya.

Dirjen Pendis juga menyampaikan terima kasih kepada masyarakat sekitar, wali murid, dan pihak terkait yang secara gotong royong membantu madrasah untuk bangkit kembali.

“Semangat gotong royong inilah yang mempercepat pemulihan. Kami berkomitmen untuk terus mendukung agar fasilitas yang rusak segera diperbaiki melalui skema bantuan darurat maupun anggaran sarana prasarana,” pungkasnya.

​Hadir mendampingi dalam kunjungan ini, Kepala Kantor Wilayah Kemenag Sumatera Barat Mustafa, Kepala Kantor Kemenag Kab. Agam Thomas Febria, Kabag Umum Pendis Abdullah Hanif, serta jajaran pimpinan madrasah setempat. (UYR/Kemenag)

Share This:

Leave Your Comments

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Copyright 2023, All Rights Reserved