Follow us:

MEMBANGUN KEKUATAN ISLAM DARI MASJID

Khutbah Jum’at UST. ASEPH AONUDDIEN

 

Bismillaahirrohmaanirrohiim

Assalaamu’alaikum Warahmatullaahi wa barakatuh

Kaum  Muslimiiin yang dirahmati oleh Allah, Alhamdulillah siang ini kita telah berada di masjid. untuk menmenuhi undangan Alloh untuk menunaikan solat Jum’at. Begitu ALloh menyampaikan perintah solat jum’at ini dengan kata kata undangan. Kita harus merasa dimulyakan dan dihormati oleh Alloh dengan kalimat undangan ini. Dan Alloh mengakhiri kalimat undangan ini dengan kalimat “dzaalikum khairullakukm, inkuntum ta’lamuun” “itu akan lebih baik bagi kamu jika kamu mengetahui”

Orang Islam, orang beriman harus mencintai Masjid. Kalimat mencintai masjid ini diungkapkan oleh Rasuululloh dengan kalimat “wa rajulun qalbuhuu, mu’allakun bil masajid” dan orang-orang yang hatinya dikaitkan dengan masjid alias mencintai masjid. Diantara tujuh orang yang akan mendapatkan perlakuakn khusus nanti di yaumil qiyamah, pada saat panas yang terik, pada saat kita tidak bisa mendapatkan minuman, pada saat kita sudah tidak bisa lagi mengenal satu sama lain, dan bahkan tidak bisa lagi saling tolong-menolong. Allah SWT. menjanjikan ada yang diberi pelakuan khusus diantaranya adalah orang orang yang hatinya mencintai masjid.

Pada waktu Rasululloh Muhammad SAW. Diberangkatkan isra mi’raj. Titik poin start-nyaa dari kota Mekah, ke Palestine dan selanjutnya ke sidratul muntaha. Tapi Alloh mengatakannya dalam firmannya dari Masjid. “subhanalladzii asroo bi’abdiihi lailla minal masjidil harom ilal masjidil aqsa” tentu pengungkapan kata masjid ini sangat luar biasa maksudnya dan harus kirta fahami. Kenapa tidak diungkapkan dari Makkah ke Palestine. Tapi dari Masjidil Harom ke Masjid Al Aqso.

Pada saat Rasulullah Muhammad SAW. hijrah dari mekkah ke Madinah atas perintah Alloh, di salah satu tempat yang telah mendekati Madinah (lebih tepatnya kuba) Rasululloh memerintahkan kepada seluruh ummatnya (Muhajirin maupun Anshor) untuk mendirikan masjid. Sampai Rasululloh bergotong-royong di tempat itu selama 4-5 hari sambil menunggu kedatangan Ali Bin a$bi Thalib dan Fathimah. Sehingga Masjid Kuba ini menjadi istimewa. Pada saat Rasululloh telah tinggal di Madinah, Beliau masih sering datang ke Masjid Kuba ini pada hari sabtu dengan berjalan kaki atau menaiki unta. Bahkan Rasululloh menganjurkan untuk datang ke Masjid Kuba itu dengan perintah shalat sunnah 2 rakaat di masjid itu, yang pahalanya sama dengan pahala umroh.

Oleh karena itu, kita sebagai ummatnya harus mengikatkan hati kita kepada masjid. Alloh berfirman di dalam Alquran. Surat at-taubah : 14
innama ya’muru masaajidalloh man aaman billaahi wal yaumil akhiri, wa aqomasolat wa atazzakata, wa lam-yahsya ilalloh, fa ashaa ulaika an yakuunu Minal muhtadi.

Orang yang beriman, kata Alloh, pastilah memakmurkan masjid, pastilah datang ke masjid, pastilah menjadikan masjid sebagai tempat tempat yang penting dalam pembangunan Islam. Rasulullah Muhammad SAW waktu sampai ke Madinah, mencari tempat, yang tempat itu selain dijadikan tempat tinggal juga dijadikan masjid. Di masjid itulah Nabi SAW mendakwahkan dan mensi’arkan Islam. Menyampaikan ilmu dari Allah SWT. berupa wahyu, menyampaikan pesan-pesan, serta menyusun strategi dakwah. Sehingga dari masjid itu, Islam bisa tersebar ke seluruh penjuru dunia. Dan alhamdulillah kita menjadi salah seorang pengikut nabi kita Muhammad SAW.

Oleh karena itu, masjid yang sekarang kita tempati itu adalah masjid Alloh, rumah Alloh, baitun min buyutillah. Alloh memberikan rahmat kepada orang yang datang ke masjid ini. Oleh karena itu saya akan membahas beberapa fungsi masjid sebagai tempat strategis untuk dakwah Islam, untuk pembangunan Islam, untuk kekuatan Islam.

Alhamdulilah masjid ini, di hari jumat khususnya sudah dihadiri oleh jamaah di luar kapasitasnya.   Masjid Madinah yang sekarang bisa menampung 600 ribu orang sedang disiapkan untuk menampung jamaah satu juta orang, Masjidil Harom yang sekarang bisa menampung 3 juta orang, sedang disiapkan untuk menampung jamaah 5 juta orang dalam waktu yang sama. Masjid kita ini bisa menampung 3 ribu orang, dan jika kita tidak bisa memperluas kapasitasnya, sejalan dengan perkembangan Kota Wisata yang akan dibangun Rumah Sakit, Mall ada tambahan perumahan, yang sebagiannya adalah ummat Islam tentu memerlukan masjid untuk tempat beribadah mahdah.

Oleh karena itu, Pengurus Masjid Darussalam, dengan para jamaah, telah berikhtiar untuk membangun masjid ini, dengan membebaskan tanah dan telah memulai pembangunan perluasan masjid. Jangan menunggu orang lain untuk membantu mengembangkan masjid ini, karena masjid ini adalah masjid kita semua, sumbanglah dengan kemampuan berapapun, 1 milyar, seratus juta, atau 10 juta, atau satu juta, atau berapapun meski hanya serratus ribu yang kita mampu.

Marilah kita tangkap tawaran rasululloh SAW. dalam pembangunan masjid, beliau mengatakan “man banaa masjidan fi ddunya, banaaloohu baitan fil Jannah” tidak ada tawaran yang lebih baik dari itu, barang siapa yang terlibat pembangunan masjid di dunia, kata Rasululloh, Allah SWT. akan membangunkan rumah semisalnya di surga. Oleh karena itu, mari kita ambil bagian dalam pembangunan perluasan masjid Darussalam ini, selama masjid ini digunakan hingga yaumil qiyamah, meski kita telah tidak ada disini, pahalanya akan tetap mengalir kepada orang-orang yang pernah terlibat dalam pembangunan Islam.

Hadirin kaum muslimin yang dirahmati Alloh.

Ada tujuh kekuatan yang bisa kita bangun melalui masjid ini, yang saya telah membacanya sejak 20 tahun yang lalu.

  1. Quwwatul Aqidah (Memperkuat Aqidah)

Memperkuat keimanan, menegakan kalimat “Laailaaha illalloh Muhammadan Rasuulullah”, dengan sebenar-benarnya, untuk memperkuat aqidah kita dalam keislaman, dibersihkan dari kemusrikan, kemunafikan dan kekafiran.  Bukankah kita semua ingin kembali kepada Allah SWT. dalam keadaan hatinya beriman. Barang siapa yang keluar dari mulutnya laailaaha illalloh. Maka ia akan dimasukkan ke surga oleh Alloh,

Masjid kita digunakan untuk memperkuat keimanan, kita sudah melaksanakan hal ini. Kita sudah mengundang para ustadz, para ulama, para kiyai, untuk memperdalam keimanan yang benar, mengenalkan ciri-ciri orang yang beirman, yang membatalkan iman dan lain lain.

  1. Quwwatul Ilmi (Memperkuat Keilmuan)

Masyarakat Islam ini pemahaman ilmunya harus banyak, bukan hanya ilmu agama, tapi juga ilmu umum. beberapa masjid telah memiliki universitas, masjid Al-Azhar di Blok M telah memiliki universitas, bukan tidak menutup kemungkinan masjid kita memiliki Universitas Darussalam Kota Wisata. Yang dari situ kemudian lahir tokoh-tokoh Islam, kita bicara sekarang bukan hanya untuk diri kita tapi juga untuk orang lain. Bukankah dalam mengajarkan Al-Quran saja, tidak boleh hanya untuk diri kita tapi juga harus diajarkan untuk orang lain,  khairukum man ta’allamal quraana wa’allamahu (sebaik baik dari kalian adalah yang mempelajari Alquran dan mengamalkannya untuk dirinya dan orang lain) mudah-mudahan generasi kita di masa yang akan datang yang kuat imannya-ilmunya banyak,  dan terus berjuang untuk kejayaan Islam.

 

  1. Quwatul Ibadah (Memperkuat Ibadah)

Ibadahnya kuat, ibadah khusyuk, dan memang masjid diambil dari kata (sajada-yasjudu-sujudan-masjidan) yang artinya tempat bersujud. Bagaimana orang Islam mengaku berserah diri kepada Alloh SWT.  Kalau dia tidak pernah bersujud. bersujud itu adalah symbol kepasrahan, dan bersujud juga wujud keikhlasan kita menyembah dalam kepada Alloh SWT. bahkan kepala yang biasanya terletak diatas, kita sungkurkan  ke tanah demi berserah diri kepada Allah SWT. kita jadikan masjid ini untuk meperkuat ibadah kita, keluarga kita, anak anak kita, dan bukan hanya generasi hari ini tapi juga yang akan datang.

 

  1. Quwwatul Akhlaq (Quwwatul Akhlaq)

Ajaran akhlaq dalam Islam begitu banyak, dan tidak ada yang ketinggalan. Jika ada ornag masuk islam, banyak orang yang masuk islam disini yang beralasan masuk islam karena melihat akhlaq ummat islam. Jika kita sehari hari, berpilaku dengan akhlaq yang baik,m mencerminkan akhlaq yang baik, kita sudah mendakwahkan islam. Kita sedih jika kita mendengar saudara kita melakukan akhlaq yang tercela. Kita jadikan masjid ini untuk membangun ummat memperbaiki akhlaknya, mempelajari, menerapkan dan mengikuti akhlaq rasulyulloj, bukankah rasululloh diutus untuk menyempurnakan akhlaq (innamaa bu’istu).

 

  1. Quwwatul Iktishod (Memperkuat Ekonomi)

Ummat Islam itu ekonominya harus kuat, membangun masjid ini butuh dana, Jihad juga butuh dana,  berangkat Ibadah haji butuh dana. Ummat Islam itu harus kuat ekonominya. Di zaman Rasululloh orang Islam berjuang itu berkorban dirinya dan juga berkorban hartanya,  bagaimana mungkin kita bisa bejuang tanpa harta, bagaimana kita bisa berkorban harta kalua kita tidak memilikikya. Mudah-mudahan ummat Islam semakin hari semakin kuat ekonominya. Karena berjuang fi sabiilillah, menyiarkan Agama Allah, itu memerlukan biaya.

 

  1. Quwatu Siyasiyah (Memperkuat Politik Islam).

Kita harus mengusahakan orang-orang yang duduk di legislative, di eksekutif, di lembaga yudikatif, yang menjadi pengusaha besar dan jabatan jabatan strategis lainya yaitu diisi oleh orang-orang yang kuat imannya, yang professional,  yang amanah yang sungguh memperjuangkan Islam.

Banyak orang-orang yang memiliki jabatan strategis di berbagai lini. Tapi sudah seberapa besar mereka ikut andil dalam memperjuangkan Islam. Masjid itu harus hadir mendorong, mengikhtiarkan, untuk lahirnya pemimpin-pemimpin (pemangku posisi strategis) yang beriman, professional di bidangnya, amanah  dan memperjuangkan Islam.

  1. Quwwatul ijtimaiyah (memperkuat solidaritas sosial)

Kita harus membangun kekuatan sosial, ada orang orang yang tidak mampu, Islam harus membanttu. Itulah kenapa di Islam disyari’atkan zakat. Orang-orang yang kurang beruntung secara ekonomi (dhu’afa) tertolong dengan zakat. Oleh karena itu Masjid Darussalam ini menerima dan menyalurkan Zakat. Ada ATM Beras itu untuk menyantuni orang yang kekurangan bahan makanan pokok sebab dalam hadits Rasululah SAW. Dikatakan “Demi Alloh orang ini tidak beriman, yang ketika tetangganya kelaparan, sedang ia kekenyangan dan tidur nyenyak”. Pengertian tetangga secara luas tentu adalah lingkungan, mari kita jadikan Masjid Darussalam dan juga masjid lain untuk bisa membantu orang-orang yang lemah.

Jika kemarin kemarin Darussalam berniat membangun poliklinik, rumah sakit, itu sesungguhnya bukan untuk bisnis, tapi untuk membantu orang-orang yang tidak mampu. Alhamduluillah sekarang sudah bisa melayani kebutuhan ummat beruma pelayanan jenazah, layanan kesehatan gratis, khitanan massal gratis, bantuan Usaha Kecil, Rumah Singgah Yatim Dll.

Ini adalah pekerjaan kita semua. Mari kita semua berjuang, membantu dengan do’a, fikiran, tenaga dan harta untuk mewujudkan masjid yang sesuai fungsinya. Mudah-mudahan kita menjadi orang orang yang beriman, yang mencintai masjid, mencintai masjid, mencintai Rasululloh dan mencintai Islam. Keterlibatan kita di masjid ini akan dibalas oleh Allah SWT. dengan membuatkan rumah untuk kita di surga. Aamin Yaa Rabbal ‘alamiin….

Leave Your Comments

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Copyright 2021, All Rights Reserved