OKI Kecam Pernyataan Israel Tentang Pembentukan Negara Palestina di Saudi
Organisasi Kerja Sama Islam (OKI) mengecam keras pernyataan yang tidak dapat diterima dan tidak bertanggung jawab dari Perdana Menteri pemerintah pendudukan Israel, Benjamin Netanyahu, yang menyerukan pembentukan negara Palestina di tanah Saudi.
Dalam pernyataannya, pemerintah Saudi menilai bahwa itu merupakan hasutan terhadap Arab Saudi dan serangan terhadap kedaulatan, keamanan nasional, dan integritas teritorialnya, dalam pelanggaran mencolok terhadap prinsip-prinsip hukum internasional dan Piagam Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). Quds Press melaporkan, Sabtu (8 Februari 2025).
OKI juga menekankan, pernyataan rasis itu muncul dalam kerangka penolakan pendudukan yang terus-menerus terhadap hak-hak historis, politik, dan hukum rakyat Palestina yang sebenarnya di tanah air mereka.
Hal itu juga merupakan upaya putus asa untuk mengabaikan hak-hak nasional rakyat Palestina, termasuk hak mereka untuk kembali, menentukan nasib sendiri, dan mendirikan negara merdeka di tanah air mereka, lanjut pernyataan OKI.
Pemerintah Arab Saudi menolak rencana dan upaya untuk mengusir rakyat Palestina dari tanahnya sendiri, dan menganggapnya sebagai “pembersihan etnis, kejahatan, dan pelanggaran berat terhadap hukum internasional.”
Pernyataan itu menambahkan, Arab Saudi menyerukan kepada masyarakat internasional untuk melipatgandakan upaya mengakhiri pendudukan dan permukiman ilegal Israel di wilayah Palestina, dan untuk mewujudkan kedaulatan Negara Palestina atas wilayah yang diduduki sejak 1967, dengan Yerusalem sebagai ibu kotanya.
Sebelumnya, Perdana Menteri pemerintah pendudukan Israel, Benjamin Netanyahu, mengatakan dalam sebuah wawancara dengan Hebrew Channel 14, Jumat (7 Februari 2025), bahwa Arab Saudi memiliki cukup tanah untuk menyediakan negara bagi Palestina. (UYR/MINA)
Copyright 2023, All Rights Reserved
Leave Your Comments