Follow us:

PBB: Israel Masih Hambat Konvoi Kemanusiaan Memasuki Gaza

Operasi kemanusiaan di Jalur Gaza masih sangat terbatas meskipun gencatan senjata telah diberlakukan, kata Wakil Juru Bicara PBB Farhan Haq pada Kamis (30 Oktober 2025).

Haq merujuk pada pembatasan yang terus dilakukan Israel serta infrastruktur yang rusak.

“Kantor Koordinasi Urusan Kemanusiaan PBB (OCHA) menyatakan bahwa peningkatan operasi kemanusiaan terus dilakukan selama gencatan senjata, namun masih terkendala oleh pembatasan dan hambatan lainnya,” kata Haq dalam konferensi pers.

Menurut OCHA, konvoi bantuan kemanusiaan kerap mendapat perintah perubahan rute dari Israel selama tiga hari berturut-turut. Israel memaksa mereka untuk melewati Koridor Philadelphi di sepanjang perbatasan dengan Mesir sebelum bergerak ke wilayah utara melintasi Jalan Pesisir yang padat dan sempit.

“Jalan ini sempit, rusak, dan sangat padat. Pergerakannya masih lambat, bahkan setelah Program Pangan Dunia (WFP) melakukan perbaikan. Diperlukan jalur penyeberangan tambahan dan rute internal untuk memperluas pengumpulan serta distribusi bantuan,” ujar dia.

Terkait situasi di Tepi Barat yang diduduki, Haq menyampaikan, Deputi Koordinator Khusus dan Koordinator Kemanusiaan untuk Wilayah Pendudukan Palestina, Ramiz Alakbarov, mengunjungi wilayah Ramallah untuk menyoroti tantangan yang dihadapi para petani selama musim panen zaitun.

“Sepanjang Oktober ini, tercatat 126 serangan oleh pemukim yang berkaitan dengan panen zaitun, yang menyebabkan korban luka atau kerusakan di 70 desa,” katanya, mengutip data OCHA hingga Senin lalu.

Haq menambahkan bahwa para petani diserang, sementara hasil panen serta peralatan mereka juga dicuri. Selain itu, dilaporkan pula lebih dari 4.000 pohon zaitun dilaporkan dirusak, dan 124 warga Palestina mengalami luka-luka.

UNRWA

Badan PBB untuk Pengungsi Palestina (UNRWA) menegaskan bahwa mereka tetap melaksanakan tugas kemanusiaannya yang penting di Jalur Gaza meskipun menghadapi kondisi yang sangat sulit bagi warga setempat.

Dalam pernyataannya di platform X, UNRWA menyampaikan bahwa sekolah-sekolahnya di Gaza masih berfungsi sebagai tempat perlindungan aman bagi keluarga yang mengungsi, dengan ruang-ruang kelas yang diubah menjadi hunian sementara.

Tim pekerja sosial UNRWA terus memberikan perlindungan, dukungan psikososial, serta bantuan bagi warga terdampak agar dapat membangun kembali kehidupan mereka dengan bermartabat.

Lebih dari 12.000 staf UNRWA di Gaza bekerja setiap hari dalam bidang pendidikan, layanan kesehatan, dan penyediaan bantuan penting bagi para pengungsi.

Lembaga tersebut menekankan bahwa setiap kegiatan belajar mengajar, konsultasi medis, distribusi air, dan pengelolaan sampah dilakukan oleh tenaga mereka yang berdedikasi, menunjukkan bahwa UNRWA tetap menjalankan misinya meskipun dihadapkan pada berbagai tantangan.

Kecaman OKI

Sekretariat Jenderal Organisasi Kerja Sama Islam (OKI) mengecam serangan udara Israel di Jalur Gaza pada Rabu (29 Oktober 2025), yang telah menewaskan lebih dari 100 warga Palestina.

OKI menilai serangan Zionis, yang sebagian besar korbannya adalah anak-anak dan kaum perempuan, sebagai pelanggaran nyata terhadap kesepakatan gencatan senjata.

OKI mendesak komunitas internasional untuk menekan Israel agar mematuhi kewajibannya berdasarkan hukum humaniter internasional, mempertahankan gencatan senjata serta mengizinkan bantuan kemanusiaan masuk ke Jalur Gaza.

Organisasi itu juga mengecam eskalasi serangan Israel di wilayah pendudukan Tepi Barat, termasuk penutupan Yerusalem dan jalan-jalan menuju ke sana dengan dalih mengamankan rombongan pemukim ekstremis.

Lebih lanjut, OKI juga menyoroti pelanggaran berkelanjutan terhadap kesucian Masjid Al-Aqsa, yang dianggap sebagai bagian dari upaya untuk meyahudisasi Yerusalem dan mengubah status quo kota suci tersebut.

OKI menilai, tindakan ini merupakan pelanggaran nyata terhadap hukum internasional dan resolusi PBB yang relevan. (UYR/Republika)

Share This:
Tags: , ,

Leave Your Comments

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Copyright 2023, All Rights Reserved