Follow us:

PBB: Nama Desa Etnis Rohingya Dihapus Dari Peta

DARUSSALAM.ID, New York – Setelah tiga tahun lalu, militer Myanmar membakar habis desa etnis Rohingya di Kan Kya dan membuldoser sisa-sisanya, pemerintah Myanmar menghapus nama tersebut dari peta resmi, menurut PBB. Japan Times melaporkan, Sabtu (12/9).

Kan Kya terletak sekitar 5 kilometer dari Sungai Naf yang menandai perbatasan antara negara bagian Rakhine Myanmar dan Bangladesh.

Desa ini adalah rumah bagi ratusan orang sebelum tentara Myanmar mengusir 730.000 warga Rohingya keluar dari negara itu pada tahun 2017.

Kan Kya saat ini berisi bangunan pemerintah dan militer, termasuk pangkalan polisi yang luas dan berpagar, menurut gambar satelit yang tersedia untuk umum di Google Earth dan Planet Labs.

Desa, di daerah terpencil di barat laut negara yang tertutup bagi orang asing itu, terlalu kecil untuk dinamai di Google Maps.

Pada peta yang diproduksi pada tahun 2020 oleh unit pemetaan PBB di Myanmar, situs desa yang hancur sekarang tidak bernama dan diklasifikasikan kembali sebagai bagian dari kota terdekat Maungdaw.

Unit ini membuat peta untuk penggunaan badan-badan PBB, seperti badan pengungsi UNHCR, dan kelompok kemanusiaan yang bekerja dengan PBB di lapangan.

Kan Kya adalah satu dari hampir 400 desa yang dihancurkan oleh militer Myanmar pada 2017, menurut gambar satelit yang dianalisis oleh Human Rights Watch yang berbasis di New York.

Itu adalah salah satu dari setidaknya selusin yang namanya telah dihapus.

“Tujuan mereka adalah agar kami tidak kembali,” kata pemimpin agama Mohammed Rofiq, mantan kepala desa dekat Kan Kya yang sekarang tinggal di kamp pengungsi di Bangladesh.

Kementerian Kesejahteraan Sosial Myanmar, yang mengawasi kegiatan pembangunan kembali Myanmar di negara bagian Rakhine, menolak menjawab pertanyaan tentang penghapusan nama desa atau kebijakan pemerintah terkait kembalinya pengungsi Rohingya.

Kementerian merujuk pertanyaan ke Departemen Administrasi Umum (GAD), yang juga tidak menanggapi.

Perwakilan pemerintah Myanmar, yang dipimpin oleh penasihat negara Aung San Suu Kyi, juga tidak menanggapi permintaan komentar.

Departemen peta Perserikatan Bangsa-Bangsa telah menghasilkan setidaknya tiga peta sejak awal tahun yang menunjukkan sejumlah nama desa Rohingya telah hilang atau diklasifikasikan ulang oleh Myanmar. (HUD/Minanews.net)

Leave Your Comments

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Copyright 2021, All Rights Reserved