Follow us:

Pembagian Qurban Harus Pisahkan Antara Daging, Tulang dan Jeroan, Ini Alasannya

Pakar IPB University Dr. Ir Henny Nuraini menyatakan pembagian qurban harus memisahkan antara daging, jeroan dan tulang agar tidak saling mengkontaminasi. 

“Pastikan kemasan dalam kondisi bersih. Pisahkan daging, jeroan dan tulang, sehingga tidak saling mengkontaminasi,” kata Henny yang juga Auditor LPPOM, Rabu (4 Juni 2025). 

Henny menyampaikan kemasan pembagian qurban direkomendasikan menggunakan plastik food grade, kemasan thinwall (kotak plastik), kemasan kaca, dan kemasan ramah lingkungan. Ia menambahkan, kemasan ramah lingkungan seperti besek, bamboo, box kertas, kertas, daun pisang maupun daun yang lain jika memungkinkan. 

Henny mengingatkan penggunaan kemasan yang tidak food grade dikhawatirkan juga akan mengkontaminasi daging, karena adanya migrasi senyawa toksik dari bahan kemasan plastik ke daging. 

“Terutama plastik daur ulang, seperti plastik kresek hitam. Mungkin kantong plastik daur ulang jika akan digunakan dapat sebagai kantong lapisan luar, bukan sebagai kemasan yang kontak langsung dengan dagingnya,” ungkapnya. 

Lebih lanjut, Henny menjelaskan daging adalah bahan pangan yang mudah rusak, sehingga jika terlalu lama dibungkus plastik dan berada pada suhu ruang, maka suhu daging akan meningkat. 

“Hal ini akan memberi kesempatan mikroba untuk berkembang biak sehingga mempercepat proses kerusakan daging. Segera distribusikan daging qurban,” tegasnya. 

Menurut Henny, daging qurban harus segera didistribusikan atau dikonsumsi. Jika tidak, harus disimpan pada suhu dingin menggunakan (kulkas/refrigerator) atau dibekukan (dalam freezer). (UYR/MUI)

Share This:
Tags: , ,

Leave Your Comments

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Copyright 2023, All Rights Reserved