Follow us:

#PrayForNTB, Makanan dan Tenaga Medis Paling Dibutuhkan

Darussalam.id – Gempa berkekuatan 7 skala Richter (SR) yang mengguncang Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) pada Ahad (5/8) sore berdampak merata di seluruh Lombok. Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) NTB Muhammad Rum mengatakan, dampak gempa bisa dirasakan di seluruh wilayah di Pulau Lombok, mulai Kota Mataram, Kabupaten Lombok Timur, Lombok Barat, Lombok Tengah, dan yang paling parah di Lombok Utara.

Korban meninggal tercatat 91 jiwa dan diperkirakan masih akan bertambah mengingat besarnya kekuatan gempa. Rum mengatakan, saat ini BPBD NTB sedang melakukan distribusi bantuan seperti nasi bungkus, mie instan, dan air mineral kepada korban terdampak di Lombok Utara.

Bantuan ini diambil dari Kota Mataram, mengingat kondisi di Lombok Utara yang rusak parah sehingga tak ada warung yang buka. Dia menyampaikan, dropping bantuan ini sementara akan dipusatkan di Tanjung, Lombok Utara, yang menjadi pusat kota dan pusat pemerintahan di Lombok Utara.

“Kami lagi dropping nasi bungkus dari Mataram karena lokasi di sini (Lombok Utara) semua terdampak enggak ada yang buka, warung tutup semua,” kata dia.

Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho mengatakan, ribuan warga masih di pengungsian. Sehingga, mereka membutuhkan makanan siap saji termasuk untuk anak-anak.

“Kebutuhan mendesak seperti tenaga medis, obat-obatan khususnya makanan siap saji. Kemudian karena ribuan masyarakat masih berada di pengungsian dan beberapa tempat, jadi mereka membutuhkan tenda pengungsian,” katanya saat konferensi pers perkembangan Gempa Lombok, di Graha BNPB, di Jakarta Timur, Senin (6/8).

Ia menambahkan, tenda ini dibutuhkan karena masih banyak juga masyarakat yang memilih bertahan di halaman rumah meskipun kondisi rumah hancur. Ia menambahkan, para warga memilih mengawasi harta milik mereka.

“Karena itu tenda pengungsian dibutuhkan,” ujarnya.

Sutopo juga menyebutkan, alat-alat berat masih terbatas di lokasi utama gempa. Apalagi akses menuju titik utama kerusakan mengalami kerusakan sehingga menghambat mobilitas. Tiga jembatan penghubung antardaerah ikut rusak akibat gempa.

“Terutama di wilayah Lombok Utara dan Lombok Timur. Sampai saat ini listrik masih padam dan air bersih juga terkendala,” kata Sutopo.

Dia menambahkan, jaringan PDAM setempat terganggu sehingga air bersih tidak bisa disalurkan secara normal. Hal itu mengakibatkan air yang tersedia berwarna kuning dan tidak dapat dikonsumsi. Musim kemarau yang masih berlangsung menambah hambatan akses air bersih bagi masyarakat.

BNPB memastikan seluruh kebutuhan masyarakat terdampak gempa akan dipenuhi dengan cepat. Masa tanggap darurat juga diperpanjang hingga 11 Agustus 2018. Tim SAR gabungan hingga saat ini juga tetap fokus pada pencarian dan penyelamatan korban.

Sutopo mempersilakan masyarakat dan lembaga sosial memberikan bantuan pada korban. Namun, tetap berkoordinasi dengan BPBD setempat dan posko-posko di daerah. Hal itu bertujuan untuk memperlancar proses pendataan dan pendistribusian bantuan secara merata.

Bupati Lombok Utara Najmul Ahyar mengatakan, Pemerintah Kabupaten Lombok Utara (KLU) bersiaga penuh dalam masa tanggap darurat bencana gempa. Lombok Utara merupakan wilayah dengan dampak terparah akibat gempa.

Dia melanjutkan, korban gempa yang kini tersebar di sejumlah titik pengungsian juga membutuhkan kebutuhan mendesak, mulai dari tenda, makanan, hingga selimut. Pemerintah KLU terus berkoordinasi dengan instansi lain seperti TNI dan Polri. Dia menyampaikan, hal yang sangat diperlukan untuk saat ini ialah tenaga medis.

“Terus terang dalam kondisi saat ini yang paling yang kami rasakan ialah kekurangan tenaga medis,” lanjutnya.

Dia menjelaskan, tenaga medis yang paling dibutuhkan untuk saat ini ialah pada bidang ortopedi. Hal ini tak lepas dari kebanyakan pasien yang mengalami cedera tulang saat gempa terjadi.

“Alhamdulillah sudah ada bantuan dari tim kesehatan angkatan darat yang akan bangun rumah sakit lapangan dengan bantuan 64 tenaga medis,” katanya menambahkan.

Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) menjadi salah satu lembaga yang ikut melakukan evakuasi korban gempa di NTB. Anggota Baznas Tanggap Bencana di Lombok, Taofik mengatakan korban luka-luka tertimpa reruntuhan bangunan terus bertambah, Senin (6/8).

“Korban luka karena tertimpa reruntuhan bangunan sekitar 200an lebih, masih terus bertambah karena evakuasi masih berlanjut,” katanya saat dihubungi Republika.co.id dari Jakarta.

Taofik mengatakan, saat ini korban gempa membutuhkan makanan siap saji seperti biskuit, roti, dan susu. Serta selimut dan alas tidur karena pengungsi berada di tempat yang kurang nyaman.

Namun, ia mengakui Baznas mengalami kendala untuk berbelanja kebutuhan yang dibutuhkan korban tersebut. Sebab, di wilayah Lombok Utara hampir semua aktivitas mati total termasuk pasar dan toko-toko tidak ada yang buka. Sehingga harus membeli di kota lain seperti Mataram.

Ia menyebut jarak dari lokasi evakuasi ke  rumah sakit cukup jauh. Apalagi, menurut Taofik, pengungsi-pengungsi masih berada di bukit-bukit sejak peringatan potensi tsunami akibat gempa kemarin, Ahad (5/8).

Ia juga menambahkan kondisi jalan-jalan dan jembatan dari arah Lombok Timur banyak mengalami retakan. Serta terdapat beberapa pohon tumbang akibat gempa.

“Mereka dibawa turun kembali ke tempat yang lebih aman serta korban yang luka mendapat pertolongan,” tuturnya.

Akses menuju Lombok Utara yang sulit juga diakui oleh Direktur Eksekutif Forum Zakat Agus Budiyanto. Banyak akses menuju Lombok Utara yang tertutup.

“Banyak rumah dan jembatan di Lombok Utara roboh dan hancur, sehingga akses menuju Lombok Utara sebagian tertutup,” katanya, Senin (6/8). (Republika)

 

Tags: ,

Leave Your Comments

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Copyright 2021, All Rights Reserved