Follow us:

Sah! Ada Cinta Suci yang Bersemi di Tenis Indoor Senayan

Tak jauh seperti sang Bidadari
‘Kan kupeluk dia sampai mati
Rambutnya pun indah bagai putri
Mirip iklan di TV

Begitu sang penyanyi cover melantunkan lagu berjudul ‘Putri Iklan’ ST 12 seusai akad untuk menghibur 34 pengantin baru yang baru saja melangsungkan akad. Setelah itu ada nada-nada lembut dari lantunan saxophone yang mendendangkan lagu ‘Janji Suci’ milik Yovie & Nuno menyeruak. Alunan musik itu seketika membalut ruangan dengan nuansa romantis, menghangatkan hati 34 pasangan yang kini sah menjadi suami istri.

Raut lega tak bisa disembunyikan dari wajah Suryo dan Anggita. Sepasang pengantin baru asal Duren Sawit itu baru saja mengikrarkan janji sehidup-semati di hadapan sang penguasa langit dan bumi, Allah Subhanu Wa Taa’ala. Mereka adalah salah satu dari 34 pasangan pengantin yang bernafas lega dan tersenyum lebar di acara Nikah Massal yang digelar hasil kolaborasi Direktorat Bina KUA dan Keluarga Sakinah Ditjen Bimas Islam Kemenag bersama Yayasan Mutya Hatta di Tennis Indoor Senayan, Jakarta, Sabtu, (5 September 2026).

“Lega aja karena sekarang sudah sah,” tutur mereka yang masih gugup.

Awalnya, mereka hanya berencana menikah sederhana di Kantor Urusan Agama (KUA). Namun, atas kemauan mereka untuk merasakan suasana yang berbeda, mereka memutuskan untuk menikah bersama pengantin-pengantin yang lain di acara Nikah Massal.  “Sebenarnya pengennya kemarin di KUA kan, cuman pas lihat info ada Nikah Massal dari Tiktok, mumpung ada eventnya ya udah ikut gitu,” tambah Anggita.

Momen sakral ini terasa kian berkesan dengan hadirnya Wakil Menteri Agama, Romo Muhammad Syafii. Beliau turut menyaksikan langsung prosesi ijab kabul dari puluhan pasangan tersebut. Pandangannya yang penuh haru mengiringi tiap pengucapan janji suci yang bergema bergantian di arena.

Tak sekadar hadir menyaksikan, Wamenag Romo Muhammad Syafii juga memanjatkan doa terbaik untuk seluruh pengantin baru. Beliau mendoakan agar setiap pasangan yang dinikahkan hari itu diberkahi keberkahan, keharmonisan, serta ketabahan dalam mengarungi bahtera rumah tangga hingga akhir hayat.

Lebih dari Sekadar Cinta

Namun, di balik selebrasi dan romantisnya suasana, sebuah pernikahan membawa bobot yang tidak kecil. Hal ini ditegaskan oleh Muhammad Syafii Zamzami, Penghulu KUA Penjaringan yang bertugas hari itu.

“Menurut saya, pernikahan tidak hanya didasari oleh rasa cinta semata. Pernikahan juga bukanlah akhir dari sebuah kisah cinta, melainkan awal dari sebuah kisah yang panjang dan penuh dengan tanggung jawab,” ujar Syafii.

Ia kerap mengibaratkan pernikahan sebagai medan bakti yang tanpa henti, penuh gejolak dan dinamika yang akan dirasakan pasangan suami istri sepanjang hidup. “Saya juga sering mengingatkan bahwa pernikahan adalah ibadah yang panjang, bahkan bisa menjadi ibadah terpanjang dalam hidup kita. Di dalamnya akan ada kebahagiaan, perbedaan pendapat, ujian, dan berbagai proses yang harus dihadapi bersama. Karena itu, yang perlu dipersiapkan bukan hanya administrasi pernikahannya, tetapi juga kesiapan mental, komunikasi, tanggung jawab, dan komitmen untuk saling menjaga,” ungkapnya.

Menjadikan Rumah sebagai Tempat Tumbuh

Pesan mendalam juga datang dari Wakil Menteri Agama, Romo Muhammad Syafii. Ia menitipkan nasihat pernikahan kepada para pengantin baru yang siap mengarungi bahtera rumah tangga.

“Kalau ingin tetap bahagia, jadikanlah rumah tangga kalian sebagai tempat yang paling kuat, tempat yang paling nyaman untuk kalian belajar tumbuh dengan kesejahteraan bersama mentaati Allah SWT,” pesannya.

Kilatan cahaya kamera berpendar, mengabadikan senyum malu-malu para pengantin yang sibuk memamerkan cincin di jari manis serta buku nikah yang kini berada di genggaman. Di tengah riuk keramaian, Tennis Indoor Senayan seolah berubah menjadi lautan cinta, di mana setiap sudutnya menyimpan kisah perjuangan, harapan, dan kebahagiaan yang bermekaran.

Pernikahan memang sebuah lembaran baru, di mana laki-laki dan wanita mulai menjalani hidupnya menjadi sepasang suami-istri. Tapi di balik itu, ada benang takdir yang telah tersurat kepada masing-masing anak cucu Adam di bumi untuk menyempurnakan separuh agamanya. Jika takdir telah tertulis, maka seisi dunia akan berkonspirasi mempertemukan dua sejoli yang berniat serius. Sebagaimana kata Sayyidina Ali bin Abi Thalib: “Apa yang menjadi takdirmu, akan mencari jalannya menemukanmu.”

Selamat menjalani ibadah seumur hidup bagi para pengantin baru. Barakallahu laka wa baraka ‘alaika wa jama’a bainakuma fi khair. (UYR/Kemenag)

Tags: , ,

Leave Your Comments

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Copyright 2023, All Rights Reserved