Follow us:

SESUNGGUHNYA KESATUAN UMAT ISLAM ADALAH SEBUAH KENISCAYAAN

Ada sekelompok muslimin yang tidak meyakini bahwa sebenarnya umat islam bisa bersatu kembali di dalam satu Jama’ah Muslimin yang terpimpin oleh seorang Imaamul Muslimin. Sesungguhnya keyakinan tersebut perlu diluruskan karena bertentangan dengan firman Alloh.

Sangat sering sekali kita mendengar di khutbah khutbah sholat jum’at yang menyampaikan surat Ali Imron ayat 103, yang isinya tentang larangan umat islam berpecah belah. Tetapi eronisnya kebanyakan umat islam pesimis kesatuan umat bisa terwujud.

Allah Subhanahu wa ta’ala berfirman:

وَاعْتَصِمُوا بِحَبْلِ اللَّهِ جَمِيعًا وَلَا تَفَرَّقُوا ۚ وَاذْكُرُوا نِعْمَتَ اللَّهِ عَلَيْكُمْ إِذْ كُنْتُمْ أَعْدَاءً فَأَلَّفَ بَيْنَ قُلُوبِكُمْ فَأَصْبَحْتُمْ بِنِعْمَتِهِ إِخْوَانًا وَكُنْتُمْ عَلَىٰ شَفَا حُفْرَةٍ مِنَ النَّارِ فَأَنْقَذَكُمْ مِنْهَا ۗ كَذَٰلِكَ يُبَيِّنُ اللَّهُ لَكُمْ آيَاتِهِ لَعَلَّكُمْ تَهْتَدُونَ

(1) “Dan berpegang teguhlah kamu sekalian pada tali Allah seraya ber-Jama’ah, dan janganlah kamu ber-firqah-firqah (bergolong-golongan), dan ingatlah akan ni’mat Allah atas kamu tatkala kamu dahulu bermusuh-musuhan maka Allah jinakkan antara hati-hati kamu, maka dengan ni’mat itu kamu menjadi bersaudara, padahal kamu dahulunya telah berada di tepi jurang api Neraka, tetapi Dia (Allah) menyelamatkan kamu dari padanya; begitulah Allah menerangkan ayat-ayat-Nya kepada kamu, supaya kamu mendapat petunjuk.” (QS.Ali ‘Imran:103 )

Mereka yang berpendapat bahwa umat islam tidak mungkin bersatu seakan lupa bahwa Al-Qur’an diturunkan Alloh kepada Rosululloh (dan manusia pada umumnya) tidak untuk mempersulit manusia.

Firman Allah Azza wa Jalla :

مَا أَنزَلْنَا عَلَيْكَ الْقُرْآنَ لِتَشْقَىٰ إِلَّا تَذْكِرَةً لِّمَن يَخْشَىٰ تَنزِيلًا مِّمَّنْ خَلَقَ الْأَرْضَ وَالسَّمَاوَاتِ الْعُلَى

“Kami tidak menurunkan Al-Qur-an ini kepadamu (Muhammad) agar engkau menjadi susah; melainkan sebagai peringatan bagi orang yang takut (kepada Allah), diturunkan dari (Allah) yang menciptakan bumi dan langit yang tinggi.” [Thaahaa: 2-4]

Lalu bagaimana cara menyatukan umat islam ?. Sesungguhnya solusinya adalah kita harus serius mengikuti dan mengamalkan Manhaj Nubuwwah. Di dalam Manhaj Nubuwwah Rosululloh dan para sahabat telah memberikan contohnya yang Rosululloh juga telah berpesan agar kita umat islam mengikuti mereka.           ما أنا عليه وأصحابي

Kita semua tahu, bahwa umat islam mencapai kejayaan setelah hijrah ke Madinah. Kuncinya adalah pada saat itu umat islam bersatu sebagai wujud ketaatan kepada Alloh terhadap surat Ali Imron ayat 103.

Kalau kita telusuri asbabun nuzul surat Ali Imron ayat 103 tersebut kita bisa menyimpulkan bahwa kaum Aus dan Khojroj yang sudah saling menghunus senjata siap untuk berperang bisa damai itu disebabkan keberadaan Rosululloh sebagai pemimpin umat. Jadi bukan semata mata keberadaan surat Ali Imron ayat 103.

Itulah aplikasi dari   ما أنا عليه وأصحابي

Jadi jelas sekali, bahwa apabila kita benar benar mengamalkan perintah Alloh dan Rosululloh maka In sya Alloh umat islam akan bersatu kembali di dalam Jama’ah Muslimin sebagai wujud Khilafah ber Manhaj Nubuwwah (akhir zaman).

Selanjutnya ada yang mengatakan bahwa perbedaan itu adalah rahmat.

Padahal sesungguhnya perbedaan itu bisa dikatakan rahmat apabila berada di dalam Al-Jama’ah sebagaimana ayat dan hadits di bawah ini :

Allah Subhanahu wa ta’ala berfirman:

(7) وَلَوْ شَاءَ اللَّهُ لَجَعَلَهُمْ أُمَّةً وَاحِدَةً وَلَكِنْ يُدْخِلُ مَنْيَشَاءُ فِي رَحْمَتِهِ وَالظَّالِمُونَ مَا لَهُمْ مِنْ وَلِيٍّ وَلاَ نَصِيرٍ{الشورى:8}

(7) “Dan kalau Allah menghendaki niscaya Allah menjadikan mereka satu umat (saja), tetapi Dia memasukkan orang-orang yang dikehendaki-Nya ke dalam rahmat-Nya. Dan orang-orang yang zalim tidak ada bagi mereka seorang pelindung pun dan tidak pula seorang penolong.” (QS.Asy-Syuura:8)

Allah Subhanahu wa ta’ala berfirman:

(8) وَلَوْ شَاءَ رَبُّكَ لَجَعَلَ النَّاسَ أُمَّةً وَاحِدَةً وَلاَ يَزَالُونَمُخْتَلِفِينَ . إِلاَّ مَنْ رَحِمَ رَبُّكَ وَلِذَلِكَ خَلَقَهُمْ وَتَمَّتْ كَلِمَةُرَبِّكَ لأَمْلأَنَّ جَهَنَّمَ مِنْ الْجِنَّةِ وَالنَّاسِ أَجْمَعِينَ{هود:118-199}

(8) “Jika Tuhanmu menghendaki tentu Dia menjadikan manusia umat yang satu tetapi mereka senantiasa berselisih pendapat. Kecuali orang orang yang diberi rahmat oleh Tuhanmu (keputusan-Nya) telah diputuskan. Sesungguhnya Aku akan memenuhi neraka Jahannam dengan jin dan manusia (yang durhaka) semuanya.” (QS.Hud:118-119)

Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

(9) اَلْجَمَاعَةُ رَحْمَةٌ وَ اْلفُرْقَةُ عَذَابٌ

(9) “Al-Jama’ah itu rahmat dan firqoh itu adzab.” (HR.Ahmad dari Nu’man bin Basyir, Musnad Ahmad:IV/278, Silsilah Ahaditsush Shohihah No.667)

Leave Your Comments

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Copyright 2021, All Rights Reserved