Follow us:

Warisan Allah Kepada Orang Beriman Dan Beramal Shalih

Oleh:Ustadz Dr. Elfa Hendri Mukhlis, MA

Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman,

وَلَقَدْ كَتَبْنَا فِي الزَّبُورِ مِن بَعْدِ الذِّكْرِ أَنَّ الْأَرْضَ يَرِثُهَا عِبَادِيَ الصَّالِحُونَ

“Dan sungguh telah Kami tulis didalam Zabur sesudah (Kami tulis dalam) Lauh Mahfuzh, bahwasanya bumi Ini dipusakai hamba-hambaKu yang shaleh”. (Al Anbiya’: 105)

Ayat ini menjelaskan bahwa bumi yang dimiliki Allah Subhanahu Wa Ta’ala akan diwariskan kepada orang-orang beriman dan hamba-hamba-Nya yang Shalih. Dengan tujuan agar bumi yang luas ini dikelola dengan undang-undang Allah Ta’ala dan agar senantiasa mentauhidkan-Nya.

Jika hari ini bumi banyak dikuasai oleh orang-orang non mukmin maka hal pertama yang harus dilakukan adalah melakukan introspeksi diri. Kesalahan apa yang telah diperbuat? Dan sesuatu apa yang belum dilaksanakan? Apakah umat islam sudah benar-benar menolong agama Allah ataukah belum dan sebagainya. Sebab Allah telah menjanjikan dalam ayat-Nya,

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا إِن تَنصُرُوا اللَّهَ يَنصُرْكُمْ وَيُثَبِّتْ أَقْدَامَكُمْ

“Hai orang-orang mukmin, jika kamu menolong (agama) Allah, niscaya dia akan menolongmu dan meneguhkan kedudukanmu”. (Muhammad: 7)

وَالَّذِينَ جَاهَدُوا فِينَا لَنَهْدِيَنَّهُمْ سُبُلَنَا وَإِنَّ اللَّهَ لَمَعَ الْمُحْسِنِينَ

“Dan orang-orang yang berjihad untuk (mencari keridhaan) Kami, benar- benar akan Kami tunjukkan kepada mereka jalan-jalan Kami. Dan sesungguhnya Allah benar-benar beserta orang-orang yang berbuat baik”. (Al ‘Ankabut: 69)

الَّذِي جَعَلَ لَكُمُ الْأَرْضَ مَهْداً وَسَلَكَ لَكُمْ فِيهَا سُبُلاً وَأَنزَلَ مِنَ السَّمَاءِ مَاءً فَأَخْرَجْنَا بِهِ أَزْوَاجاً مِّن نَّبَاتٍ شَتَّى{53} كُلُوا وَارْعَوْا أَنْعَامَكُمْ إِنَّ فِي ذَلِكَ لَآيَاتٍ لِّأُوْلِي النُّهَى{54} مِنْهَا خَلَقْنَاكُمْ وَفِيهَا نُعِيدُكُمْ وَمِنْهَا نُخْرِجُكُمْ تَارَةً أُخْرَى{55}

“Dia-lah Allah yang telah menjadikan bagimu bumi sebagai hamparan dan yang telah menjadikan bagimu di bumi itu jalan-ja]an, dan menurunkan dari langit air hujan. Maka Kami tumbuhkan dengan air hujan itu berjenis-jenis dari tumbuh-tumbuhan yang bermacam-macam. Makanlah dan gembalakanlah binatang-binatangmu. Sesungguhnya pada yang demikian itu, terdapat tanda-tanda kekuasaan Allah bagi orang-orang yang berakal. Dari bumi (tanah) itulah Kami menjadikan kamu dan kepadanya Kami akan mengembalikan kamu dan daripadanya Kami akan mengeluarkan kamu pada kali yang lain”. (Thaha: 53-55)

Allah Subhanahu Wa Ta’ala berjanji akan memberkati bumi yang ditempati orang-orang yang shalih dengan ditumbuhkannya berbagai macam tumbuh-tumbuhan dan buah-buahan.

Persoalan kita sekarang, sebagai hamba yang telah beriman, apakah rela membiarkan bumi ini diwarisi, dikuasai oleh orang-orang yang tidak beriman? Dengan demikian orang yang beriman terus menerus di bawah kekuasaan serta pengaruh orang yang tidak beriman. Karena kehidupan dunia orang-orang beriman tergantung kepada orang yang tidak beriman sebagai penguasa dunia, sebagai penguasa distribusi kebutuhan hidup, sebagai penguasa ekonomi dan lain sebagainya.

Jika tidak setuju tunduk di bawah kuasa orang yang tidak beriman tersebut, maka jalan keluar, dari zaman Zabur sampai sekarang telah dibentangkan Allah untuk orang-orang beriman agar dapat mewarisi bumi ini dengan melakukan amal shalih dan menegakkan kalimat Allah di muka bumi.

Apapun fungsi kita dalam masyarakat harus berupaya untuk nasehat dan menasehati agar tercipta lingkungan yang shalih sehingga nilai keimanan kita kepada Allah Ta’ala akan semakin bertambah.

Lalu siapa yang dimaksud dengan orang-orang beriman dan shalih yang akan mewarisi bumi dan  berkuasa di atasnya?

Yang dimaksud orang-orang yang beriman yang dijanjikan Allah Ta’ala akan berkuasa di muka bumi ini adalah:

  1. Mereka yang selalu meminta pertolongan kepada Allah Ta’ala di dalam setiap keadaan, serta berdzikir dan bertasbih pada pagi dan sore, siang dan malam.
  2. Mereka yang selalu sabar di dalam menjalani perintah-perintah Allah dan menjauhi segala larangan-Nya serta sabar di dalam menghadapi ujian dan cobaan yang menimpa diri mereka.
  3. Mereka yang beriman dan beramal shalih, yaitu yang selalu hanya mentauhidkan Allah saja serta tidak mensekutukan-Nya dengan sesuatu apapun.
  4. Mereka yang bila berjalan di atas bumi, selalu dalam keadaan rendah hati, tidak pernah berlalu sombong dan takabur serta mencari kekuasaan dunia. Ini sesuai dengan salah satu sifat Ibadurahman yang tersebut di dalam firman Allah Ta’ala:

وَعِبَادُ الرَّحْمَنِ الَّذِينَ يَمْشُونَ عَلَى الْأَرْضِ هَوْنًا وَإِذَا خَاطَبَهُمُ الْجَاهِلُونَ قَالُوا سَلَامًا

“Dan hamba-hamba Tuhan yang Maha Penyayang itu (ialah) orang-orang yang berjalan di atas bumi dengan rendah hati dan apabila orang-orang jahil menyapa mereka, mereka mengucapkan kata-kata (yang mengandung) keselamatan”. (Al Furqan: 63)

Ini juga dikuatkan dengan firman Allah Ta’ala:

تِلْكَ الدَّارُ الْآخِرَةُ نَجْعَلُهَا لِلَّذِينَ لَا يُرِيدُونَ عُلُوًّا فِي الْأَرْضِ وَلَا فَسَادًا وَالْعَاقِبَةُ لِلْمُتَّقِينَ

“Negeri akhirat itu, Kami jadikan untuk orang-orang yang tidak ingin menyombongkan diri dan berbuat kerusakan di (muka) bumi. dan kesudahan (yang baik) itu adalah bagi orang-orang yang bertakwa”. (Al Qashash: 83)

Wallahu Ta’ala A’lam

Leave Your Comments

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Copyright 2021, All Rights Reserved