Kisah Penyuluh Seberangi Danau Toba untuk Bina Keagamaan Warga Desa
Penyuluh Agama Islam itu bernama, Muhammad Ali Pakpahan. Dia tercatat sebagai penyuluh agama Islam pada Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Lumban Julu. Tugas membina keagamaan umat sering harus dia lakukan dengan menyeberang perairan Danau Toba.
Perahu motor jadi karibnya dalam bertugas. Maklum, kelompok binaannya adalah warga di wilayah pesisir danau. Hari itu, Rabu (10 Juni 2026), Muhammad Ali Pakpahan berangkat dari pesisir Desa Binangalom menuju Desa Sibaruang, Kecamatan Lumban Julu. Desa tersebut dapat diakses melalui jalur air sehingga perjalanan laut menjadi pilihan utama.
Perjalanan menuju desa binaan ditempuh selama kurang lebih 45 menit dengan menggunakan perahu milik warga yang selalu membantu mobilitas penyuluh ke desa-desa binaan. Saat itu cuaca cerah dan gelombang tenang membuat perjalanan berjalan aman dan lancar.
Tiba di Desa Sibaruang, Ali Pakpahan mengisi majelis taklim ibu-ibu dan pembinaan remaja masjid di balai desa. Materi yang disampaikan meliputi penguatan akhlak mulia, fikih praktis tentang ibadah sehari-hari, serta pentingnya menjaga kerukunan hidup bertoleransi di tengah keberagaman masyarakat pesisir Danau Toba. Diskusi berlangsung interaktif dan warga antusias menyampaikan berbagai persoalan keagamaan yang mereka hadapi.
“Tujuan utama kunjungan ini adalah memastikan layanan pembinaan keagamaan berjalan merata tanpa terkendala geografis,” sebutnya.
Wilayah kerja KUA Lumban Julu memiliki sejumlah desa yang terpisah Danau Toba, sehingga pendekatan langsung melalui jalur air menjadi strategi efektif. Kehadiran penyuluh di tengah masyarakat memudahkan penyampaian materi, mendengar aspirasi umat, dan memberikan pendampingan langsung terkait permasalahan keagamaan, keluarga sakinah, hingga zakat dan wakaf.
Ali Pakpahan menegaskan bahwa program penyuluhan keliling akan terus digiatkan, khususnya ke wilayah yang akses daratnya terbatas. Perahu menjadi sarana penting bagi penyuluh untuk menjangkau umat di pulau-pulau kecil dan desa pesisir. Selain pembinaan, penyuluh juga berperan mendata kebutuhan masyarakat, memfasilitasi layanan pencatatan nikah, serta memberikan edukasi tentang program keagamaan Kementerian Agama.
Warga Desa Sibaruang menyambut hangat kedatangan penyuluh agama. Mereka merasa diperhatikan dan terbantu dengan hadirnya penyuluhan langsung. Ke depan, kelompok binaan berharap kegiatan serupa dapat dilakukan secara rutin agar ilmu agama dan nilai kebersamaan terus terjaga di tengah masyarakat pesisir Danau Toba.
Melalui perjalanan menyeberangi Danau Toba ini, KUA Lumban Julu ingin menunjukkan bahwa tidak ada jarak yang terlalu jauh untuk melayani umat. Dedikasi penyuluh seperti Muhammad Ali Pakpahan menjadi inspirasi bahwa pelayanan keagamaan harus sampai ke seluruh lapisan masyarakat, tanpa terkecuali. (UYR/Kemenag)
Copyright 2023, All Rights Reserved
Leave Your Comments