Follow us:

Menag Sharing Praktik Baik Transformasi Peran Masjid di Indonesia kepada Imam Academy UK

Peran masjid di Indonesia kini tengah mengalami transformasi besar. Masjid tidak lagi sekadar berfungsi sebagai pusat ibadah, melainkan telah bertransformasi menjadi pusat peradaban yang inklusif. 

Visi besar ini dipaparkan oleh Menteri Agama Nasaruddin Umar, saat menerima kunjungan Presiden The Imam Foundation for Training and Development (Imam Academy) asal Inggris, Muhammad Ali Balaou, di kompleks Masjid Istiqlal, Jakarta.

Selaku Imam Besar Masjid Istiqlal, Menag menjelaskan bahwa Istiqlal saat ini menjadi model trendsetter pengelolaan rumah ibadah modern di Indonesia. Transformasi ini terlihat dari kompleks Masjid Istiqlal yang kini telah dilengkapi dengan berbagai fasilitas penunjang umat secara gratis. Fasilitas tersebut mencakup penginapan, layanan kesehatan, pusat kebugaran, hingga pusat studi bahasa.

Peran masjid yang modern dan berdaya guna ini tidak hanya terpusat di Istiqlal. Menag berharap pihak Imam Academy dapat mengunjungi masjid-masjid di Jakarta yang saat ini mulai mengikuti manajemen Masjid Istiqlal sebagai masjid modern di Indonesia.

Selain pembenahan tata kelola dan fasilitas, penguatan peran masjid di Indonesia juga diiringi dengan komitmen peningkatan kapasitas tokoh agamanya. Kemenag saat ini menggandeng universitas ternama dunia melalui program double degree dengan Harvard International University dan Riverside University di Amerika Serikat.

“Tidak hanya itu, kami tengah mempersiapkan pengkaderan ulama perempuan melalui program double degree dengan Universitas Al-Azhar. Semuanya gratis, beasiswanya kami siapkan,” jelas Menag, Jumat (4 September 2026).

Visi besar transformasi pengelolaan umat ini disambut antusias oleh Profesor Balaou. Imam Academy sendiri merupakan lembaga independen di Inggris yang telah melatih lebih dari 30.000 imam di 70 negara sejak 2015, serta berkolaborasi erat dengan Kementerian Urusan Islam Arab Saudi dan Universitas Al-Azhar.

Menyambung paparan Menag, Profesor Balaou turut membagikan potret pesatnya perkembangan komunitas Muslim di negaranya dalam satu dekade terakhir.

“Di Birmingham, kami memiliki sekitar 500 masjid. Alhamdulillah sekarang semakin berkembang. Jika 10 tahun lalu sangat sulit menemukan makanan halal atau musala, sekarang sudah ada di mana-mana,” tutur Profesor Balaou.

Ia juga menyebutkan bahwa perbankan syariah kini memiliki posisi yang sangat penting di Inggris. Bahkan, London saat ini dikenal sebagai salah satu pusat keuangan Islam dengan kehadiran tiga bank Islam utama, yakni Al Rayan (Bank Qatar), Al Baraka, dan UK Muslim Bank.

Merespons paparan tersebut, Menteri Agama menyampaikan apresiasi dan rasa bangganya. “Kami sangat bangga mendengar bahwa umat Islam di negara Anda terus meningkat pesat dalam satu dekade terakhir. Peran dan kiprah Muslim di sana menjadi bukti nyata bahwa Islam mampu membawa kontribusi positif yang luar biasa di negara Barat,” puji Menag.

Pertemuan yang berlangsung sebelum pelaksanaan Salat Jumat ini ditutup dengan undangan resmi kepada Menag untuk meninjau langsung program pelatihan imam dan pembinaan diaspora Indonesia di Inggris. Melalui sinergi ini, Imam Academy berkomitmen memperluas kemitraan strategis dengan Kemenag RI guna terus memperkuat landasan kerja sama dengan Indonesia di masa mendatang. (UYR/Kemenag)

Leave Your Comments

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Copyright 2023, All Rights Reserved