Mukjizat Al-Quran
Al-Quran adalah firman Allah Ta’ala. Dalam Islam, ada tiga referensi utama yang berdasarkan wahyu: hadis Nabi, hadis Qudsi, dan Al-Quran.
Hadis Nabi adalah apa yang dinisbahkan kepada Nabi Shallallahu Alaihi wa Sallam berupa perkataan, perbuatan, dan persetujuan (Maa udhiifa ilan nabiy qaulan wa fi’lan wa taqriiran).
Dipastikan bahwa semua dimensi hadis tersebut berdasarkan wahyu (Wa maa yanthiqu ‘anil hawaa in huwa illaa wahyuy yuuhaa). Jadi, sebuah hadis sekalipun lafalnya dari Nabi Shallallahu Alaihi wa Sallam, tetapi kontennya adalah wahyu.
Berbeda dengan hadis Qudsi, yang lafal dan kontennya dari Allah Ta’ala, seperti kandungan kitab Taurat, Zabur, dan Injil. Hanya saja tidak mukjizat.
Adapun Al-Quran sekalipun secara definitif mirip dengan hadis Qudsi bahwa lafal dan isinya dari Allah Ta’ala, tapi kelebihannya adalah Al-Quran mukjizat.
Mukjizat dari kata ‘ajaza-ya’jizu (tidak mampu). Maksud Al-Quran mukjizat adalah tidak ada seorang pun dari kalangan manusia dan jin yang mampu mendatangkan seperti Alquran.
Bukan artinya bahwa Allah Ta’ala telah melemahkan mereka agar tidak mampu meniru Al-Quran, tapi sebenarnya Allah Ta’ala telah memberikan potensi berbahasa kepada mereka. Namun karena bahasa Al-Quran sangat sempurna, maka itu di luar batas kemampuan manusia. Inilah yang disebut mukjizat.
Al-Quran diturunkan dengan bahasa Arab, di tempat orang-orang Arab, dan di zaman yang paling fasih berbahasa Arab. Di saat yang sama, Al-Quran turun dengan bahasa mereka, di mana tidak ada satu pun kosa kata di dalamnya yang tidak mereka ketahui maknanya.
Dalam kondisi seperti ini, Allah Ta’ala menantang mereka agar mendatangkan semisal satu surah dari Al-Quran. Kesempatan dibuka selebar-lebarnya, tanpa batas surah yang paling pendek atau yang paling panjang, juga tanpa batas zaman kapan saja, serta tanpa batas suku bangsa, Arab maupun ‘ajam (non-Arab).
Tantangan ini disebutkan dalam surah al-Baqarah [2]: 23. “Wa inkuntum fii raibim mimmaa nazzalnaa ‘alaa ‘abdinaa fa’tuu bi suuratim min mitslihii” (Jika kamu masih ragu terhadap Al-Quran yang Kami turunkan atas hamba Kami Muhammad, silakan datangkan semisal satu surah darinya).
Ini bukti bahwa Allah Ta’ala telah memberikan kesempatan kepada semua manusia agar mendatangkan satu surah saja, yang kualitasnya sedahsyat Al-Quran. Namun, tidak ada seorang pun dari mereka yang bisa meniru Al-Quran.
Memang ada sebagian yang mencoba menyusun syair untuk menandingi satu surah dari Al-Quran, tetapi gagal total, baik dari segi keindahan bahasa maupun dari sisi kedalaman makna.
Karena itu, para ulama sempat membahas apa saja sisi mukijzat yang bisa diungkap dari Al-Quran. Imam Ar-Razi menjelaskan bahwa mukjizat Al-Quran terletak pada kefasihan, keunikan struktur bahasa, dan tidak adanya aib di dalamnya.
Imam Az-Zamalkani menegaskan bahwa mukjizat Al-Quran tampak pada susunan kata yang sangat istimewa. Masing-masing kata benar-benar pada tempatnya, dan kandungannya sangat dalam.
Imam Ibnu Uthiyah menyebutkan bahwa mayoritas ulama bersepakat tentang mukjizat Al-Quran terletak pada susunan struktur kata dan ayat (nazham), benarnya makna yang terkandung di dalamnya, dan kefasihan yang maksimal di semua ayat dalam semua surah dari awal sampai akhir.
Dari apa yang kita jelaskan di atas jelas bahwa tidak bisa dibenarkan jika ada yang mengatakan bahwa Al-Quran adalah perkataan Nabi Muhammad.
Sebab diakui atau tidak, kesempurnaan mukjizat Al-Quran adalah bukti Kemahaluasan ilmu Allah Ta’ala. Dipastikan bahwa tidak mungkin ada manusia yang bisa menirunya.
Ditulis oleh Ustadz Dr. Amir Faishol Fath (Republika)
Copyright 2023, All Rights Reserved
Leave Your Comments