Follow us:

JIHAD PUNCAK KEMULIAAN ISLAM

Oleh: Syaikh Utsman Al Maghribi

Sesungguhnya kita ini adalah ummatul Jihad, umat yang senantiasa akan terus berjihad, karena dengan jihad itulah umat ini akan jaya, dengan jihad itulah kita menjadi mulia. Sedangkan tanpa jihad, umat akan menjadi hina. Umat ini, ketika berprinsip kepada jihad dan terus berjuang dengan kewajiban jihad maka Allah Ta’ala akan memberikan kemuliaan terhadap umat ini. Sehingga Yahudi ataupun Nashrani ketika berada di bawah panji islam, mereka akan merasa hina sebab mereka dikenakan kewajiban membayar Jizyah.

Panglima dan tentara kaum muslimin baik yang berada di barat maupun Timur bumi akan terus berjuang dan berjihad untuk membela agama ini. Hari ini, orang-orang Yahudi membantai umat islam di Ghaza Palestina, padahal dahulunya mereka ketika berada di bawah kekuasaan islam tidak bisa berbuat apa-apa. Namun mereka tetap bisa menikmati indahnya hidup di bawah naungan islam. Itulah efek dari  kaum muslimin jika mereka terus berjuang dan berjihad, bangsa Yahudi-pun akan berada di bawahnya. Tetapi kondisi seperti ini akan berubah dratis ketika kaum muslimin lebih suka bercocok tanam, senang dengan kehidupan dunia, kaum muslimin akan berubah menjadi lemah karena telah meninggalkan jihad.

Maka, orang-orang kafir dari berbagai golongan, baik Yahudi atau Nashrani, Komunis serta musuh-musuh islam lainnya pada hari ini memperebutkan, menghancurkan dan menyerang kaum muslimin ibarat makanan yang diperebutkan dalam sebuah hidangan. Hal itu terjadi disebabkan kaum muslimin terpecah belah, saling membenci, berselisih dan tidak mau bersatu.

Maka kondisi yang kita alami hari ini, penindasan yang menimpa kaum muslimin merupakan bagian dari peringatan Allah Subhanahu Wa Ta’ala. Allah Ta’ala ingin melihat kondisi kaum muslimin, apakah di dalam tubuh mereka masih ada orang-orang yang baik? Apakah mereka masih hidup ataukah sudah mati hatinya karena tidak mau berangkat berjihad di jalan Allah Ta’ala?

Oleh karena itu, kita harus menjelaskan kepada seluruh kaum muslimin bahkan kepada musuh-musuh islam sekalipun bahwa kita masih hidup dan menunjukkan kepada mereka bahwa kita adalah generasi yang terbaik dan akan terus berjuang menghadapi mereka.

Menolong kaum muslimin dimanapun mereka berada merupakan prinsip yang harus dipegang oleh setiap muslim, bahkan merupakan bagian aqidah kaum muslimin. Bahwa mereka akan terus menolong kaum muslimin dimanapun mereka berada. Dan ini adalah kewajiban kita terhadap mereka yang tertindas yang harus dilakukan, karena ini merupakan hak mereka dan kewajiban kita.

Kita bersedih karena telah berpisah dengan para syuhada’ dan korban kaum muslimin lainnya. Akan tetapi dengan banyaknya korban dari kaum muslimin, menunjukkan bahwa kaum muslimini dan para mujahid senantiasa  mencari kesyahidan. Slogan para mujahidin hanya dua, yaitu kemenangan atau mati syahid.

Inilah syiar yang dipegang oleh kaum muslimin sejak beratus tahun lamanya, yaitu syi’ar bahwa sesungguhnya Allah adalah Rabb kami, Alquran sebagai pedoman hidup kami, Rasul sebagai hamba dan utusan Allah, jihad sebagai jalan kami dan mati syahid sebagai cita-cita tertinggi kami.

Kita bisa saksikan kondisi kaum muslimin di Ghaza hari ini yang sedang dihujani dengan berbagai roket atau bom yang diturunkan dari udara oleh pesawat tentara Israel, akan tetapi mereka tetap bersabar di atas keimanan dan prinsip agama islam. Dan semuanya itu tidak lain hanya menambah keimanan, dan kepasrahan diri mereka kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala.

الَّذِينَ قَالَ لَهُمُ النَّاسُ إِنَّ النَّاسَ قَدْ جَمَعُواْ لَكُمْ فَاخْشَوْهُمْ فَزَادَهُمْ إِيمَاناً وَقَالُواْ حَسْبُنَا اللّهُ وَنِعْمَ الْوَكِيلُ (آل عمران: 173)

“(yaitu) orang-orang (yang mentaati Allah dan rasul) yang kepada mereka ada orang-orang yang mengatakan: “Sesungguhnya manusia telah mengumpulkan pasukan untuk menyerang kamu, Karena itu takutlah kepada mereka”, maka perkataan itu menambah keimanan mereka dan mereka menjawab: “Cukuplah Allah menjadi penolong kami dan Allah adalah sebaik-baik Pelindung”. (Ali Imran: 173)

Sungguh telah benar apa yang telah disampaikan oleh Rasulullah dan sungguh benar apa yang difirmankan oleh Allah Azza Wa Jalla. Mereka terus mengorbankan saudara-saudaranya, terus melahirkan para syuhada’, tetapi mereka tetap bahagia dan bangga dengan apa yang mereka korbankan. Ketika mereka mendengar saudaranya telah meninggal sebagai syuhada’, maka mereka berteriak dan menyampaikan kabar meninggalnya dengan penuh kegembiraan dikarenakan mereka yakin bahwa Allah Ta’ala akan menerima amal ibadah saudaranya yang berupa kesyahidan tersebut. Dan karena mereka mengharap syafa’at dari saudaranya kelak di akherat.

وَلاَ تَحْسَبَنَّ الَّذِينَ قُتِلُواْ فِي سَبِيلِ اللّهِ أَمْوَاتاً بَلْ أَحْيَاء عِندَ رَبِّهِمْ يُرْزَقُونَ (آل عمران: 169)

“Janganlah kamu mengira bahwa orang-orang yang gugur di jalan Allah itu mati; bahkan mereka itu hidup disisi Tuhannya dengan mendapat rezki”. (Ali Imran: 169)

عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ مَسْعُودٍ أَنَّهُ سُئِلَ عَنْ قَوْلِهِ: {وَلَا تَحْسَبَنَّ الَّذِينَ قُتِلُوا فِي سَبِيلِ اللَّهِ أَمْوَاتًا بَلْ أَحْيَاءٌ عِنْدَ رَبِّهِمْ يُرْزَقُونَ }

فَقَالَ أَمَا إِنَّا قَدْ سَأَلْنَا عَنْ ذَلِكَ فَأُخْبِرْنَا أَنَّ أَرْوَاحَهُمْ فِي طَيْرٍ خُضْرٍ تَسْرَحُ فِي الْجَنَّةِ حَيْثُ شَاءَتْ وَتَأْوِي إِلَى قَنَادِيلَ مُعَلَّقَةٍ بِالْعَرْشِ فَاطَّلَعَ إِلَيْهِمْ رَبُّكَ اطِّلَاعَةً فَقَالَ هَلْ تَسْتَزِيدُونَ شَيْئًا فَأَزِيدُكُمْ قَالُوا رَبَّنَا وَمَا نَسْتَزِيدُ وَنَحْنُ فِي الْجَنَّةِ نَسْرَحُ حَيْثُ شِئْنَا ثُمَّ اطَّلَعَ إِلَيْهِمْ الثَّانِيَةَ فَقَالَ هَلْ تَسْتَزِيدُونَ شَيْئًا فَأَزِيدُكُمْ فَلَمَّا رَأَوْا أَنَّهُمْ لَمْ يُتْرَكُوا قَالُوا تُعِيدُ أَرْوَاحَنَا فِي أَجْسَادِنَا حَتَّى نَرْجِعَ إِلَى الدُّنْيَا فَنُقْتَلَ فِي سَبِيلِكَ مَرَّةً أُخْرَى

قَالَ أَبُو عِيسَى هَذَا حَدِيثٌ حَسَنٌ صَحِيحٌ حَدَّثَنَا ابْنُ أَبِي عُمَرَ حَدَّثَنَا سُفْيَانُ عَنْ عَطَاءِ بْنِ السَّائِبِ عَنْ أَبِي عُبَيْدَةَ عَنْ ابْنِ مَسْعُودٍ مِثْلَهُ وَزَادَ فِيهِ وَتُقْرِئُ نَبِيَّنَا السَّلَامَ وَتُخْبِرُهُ عَنَّا أَنَّا قَدْ رَضِينَا وَرُضِيَ عَنَّا قَالَ أَبُو عِيسَى هَذَا حَدِيثٌ حَسَنٌ

Dari Abdullah bin Mas’ud Radhiallahu Anhu ia ditanya tentang firman Allah: “Janganlah kamu mengira bahwa orang-orang yang gugur di jalan Alloh itu mati.” )QS Ali Imran: 169(

Abdullah bin Mas’ud menjawab; “Kami pernah menanyakannya, kami diberitahu bahwa ruh-ruh mereka berada diburung hijau, pergi ke surga sekehendaknya, berlindung ke lentera-lentera yang tergantung di ‘arsy. Rabbmu melihat mereka, Dia bertanya: “Apa kalian meminta tambahan lagi?, maka Aku akan memberi untuk kalian.” Mereka menjawab; “Tambahan apa lagi yang kami minta, sementara kami sudah berada di surga, dan dapat pergi sekehendak kami.” kemudian Rabb melihat mereka lagi dan bertanya: “Apa kalian meminta tambahan lagi?, maka Aku akan memberi kepada kalian.” Saat mereka tahu kalau mereka tidak dibiarkan, mereka berkata; “Kembalikan ruh kami ke jasad kami supaya kami kembali ke dunia lalu kami terbunuh di jalanMu.”

Abu Isa berkata; Hadits ini hasan shahih. Telah menceritakan kepada kami Ibnu Abu Umar telah menceritakan kepada kami Sufyan dari Atha` bin As Sa`ib dari Abu ‘Ubaidah dari Ibnu Mas’ud seperti hadits di atas, dengan tambahan redaksi: “Dan sampaikan salam kami kepada nabi kami dan beritahukan padanya bahwa kami ridha dan ia diridhai karena kami.” Abu Isa berkata; Hadits ini hasan.

Kemudian disebutkan dalam riwayat dari Ibnu Abbas Radhiallahu Anhuma, bahwa Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam bersabda,

لما أُصِيب إخوانكم بأُحُد جعل الله أرواحهم في جوف طير خضر تَرِد أنهار الجنة تأكل من ثمارها وتأوي إلى قناديل من ذهب معلقة في ظل العرش ، فلما وجدوا طيب مأكلهم ومشربهم ومَقِيلهم قالوا : من يُبلِّغ إخواننا عنّـا أنا أحياء في الجنة نُرزق لئلا يزهدوا في الجهاد ولا ينكلوا عند الحرب ، فقال الله سبحانه أنا أبلغهم عنكم . قال فأنزل الله : )ولا تحسبن الذين قتلوا في سبيل الله (

“Ketika saudara kalian meninggal di perang Uhud, Allah menjadikan ruh mereka di perut burung hijau. Mendatangi sungai surga, makan buah surga, dan beristirahat di sarang dari emas, menggantung di bawah ‘Arsy. Ketika mereka merasakan lezatnya makanan, minuman, dan tempat istirahat, mereka mengatakan: ‘Siapa yang bisa memberi tahu kepada saudara-saudara muslim lainnya tentang kabar kami bahwa kami hidup di surga, dan kami mendapat rizki. Agar mereka tidak menghindari jihad dan tidak pengecut ketika perang. Lalu Allah menjawab: ‘Aku yang akan sampaikan kabar kalian kepada mereka.’ Kemudian Allah menurunkan firman-Nya: “Janganlah kamu mengira bahwa orang-orang yang gugur di jalan Allah itu mati; bahkan mereka itu hidup disisi Tuhannya…”. (HR. Abu Dawud dan dinilai hasan oleh Al-Albani)

Permintaan penghuni syurga dari kalangan syuhada’ dalam hadits di atas menunjukkan bahwa sesungguhnya kesyahidan adalah sebuah kenikmatan yang tidak bisa dirasakan kecuali oleh para syuhada’. Kenikmatan yang terus dirindukan oleh para syuhada’ bahkan mereka meminta ulang kembali agar terbunuh di jalan Allah Subhanahu Wa Ta’ala. Kita memohon kepada Allah Ta’ala, agar kita juga termasuk orang yang dikaruniai syahadah di jalan-Nya. Dan supaya Allah menolong kaum muslimin untuk melawan musuh-musuh-Nya dimanapun mereka berada.

Semoga Allah Subhanahu Wa Ta’ala menerima amal ibadah kita semua..aaamiin.

Wallahu Ta’ala A’lam

Leave Your Comments

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Copyright 2021, All Rights Reserved